BANYUWANGI, Storyjatim.com - Pasca pandemi Covid-19 di Banyuwangi Jawa Timur Angka Kasus HIV AIDS mengalami tran penurunan.
Menurut catatan dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Banyuwangi, pada tahun 2019 terdapat 644 kasus HIV, pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 530 kasus.
Semakin turun di 2021, angka temuan HIV menjadi 447 kasus. Namun Pada tahun ini per Oktober 2022 angka temuan HIV mengalami kenaikan kembali menjadi 448 kasus.
Baca Juga: Intip Ribuan Jenis Barang Antik Milik Kades Di Banyuwangi Yang Ekspor Hingga Skotlandia
Sementara dalam kurun waktu lima tahun terakhir, total kumulatif temuan HIV sebanyak 5772 kasus, kumulatif AIDS sebanyak 2438 kasus. Dan meninggal dunia sebanyak 707 kasus.
Namun ternyata penyebab dari penyakit menular ini di sebabkan dari beberapa faktor yakni Pengguna jasa layanan seksual komersial atau pelanggan, yang justru menempati posisi pertama sebagai penyumbang angka sebesar 30 persen.
Meningat, Lokalisasi di Banyuwangi sendiri masih terbilang cukup banyak, ditambah Jasa layanan prostitusi online yang cukup merebak di hotel melati yang ada di Banyuwangi.
Di posisi kedua terdapat pasangan risiko tinggi dengan turut menyumbangkan sebanyak 28 persen. yang lebih mengejutkan adanya kenaikan yang cukup signifikan di banding sebelumnya yakni terjadi pada kelompok risiko lelaki seks lelaki (LSL) atau sering disebut dengan Gay, dengan menyumbang angka sebesar 27 persen.
Rincian penyumbang penyebaran lainnya yang terbilang kecil yakni kelompok waria 5 persen, pasangan ODHIV 5 persen, WPS 5 persen dan IDU 1 persen.
Artikel Terkait
Mengejutkan..!! Plt Kepala DLH Banyuwangi Mengundurkan Diri, Begini Alasanya
Seroang Ibu Di Tapanuli Tengah Melahirkan Di Depan Teras Puskesmas Tukka Yang Sedang Tutup
FIFA Larang Kegiatan Non-Olahraga Di GBK, Tiket Terjual Habis, Konser Black Pink dan Raisa Terancam Batal
Iuran..!! Pemuda Gardaku Singojuruh Banyuwangi Perbaiki Jalan Berlubang, Ketua : Ini Kontribusi Kita Ke Dusun
Bingung Tahun Baru Kemana? Berikut 5 Rekomendasi Tempat Camping Di Banyuwangi