Disisi lain banyak Gandrung terob yang memberontak tentang anggapan miring di masyarakat dengan adanya tudingan tentang Gandrung terob yang di anggapnya sumber maksiat karena setiap acara hajatan dengan mengundang hadirkan gandrung terob maka disitu pula terdapat minuman keras.
Baca Juga: Latihan Tari Gandrung Polwan Polresta Banyuwangi Persiapkan HUT Ke-74 di Polda Jatim
Namun dibalik itu, nyatanya hingga saat ini merekalah yang menjaga marwah kesenian gandrung yang menjadi icon Bumi Blambangan ini.
"Meskipun banyak tudingan miring di masyarakat tapi di akui atau tidak, sebenarnya yang menjaga kesenian gandrung itu ya mereka para gandrung terob," sambungnya.
Namun selama ini Pemerintah Daerah masih belum memperhatikan betul pelaku gandrung senior, terbukti dengan tidak pernah adanya penghargaan yang di berikan oleh pemerintah sebelumnya, namun penulis buku Gandrung Sewu ini protes karena banyaknya pelaku seni senior yang tidak di hargai dan banyak masukan dari penari gandrung terob.
"mereka luput dari perhatian pemerintah, karena sejak alm Bupati Samsul Hadi tidak pernah mendapatkan penghargaan, tapi sekarang penghargaan tersebut kembali di berikan oleh Bupati Ipuk Fiestiandani karena adanya protes," tukas Budi Osing sebutan akrabnya yang lebih tau tentang kondisi penari gandrung senior.
Hingga kini Gandrung terob masih belum mendapatkan ruang yang cukup di kalangan masyarakat luas, karena masih banyaknya stigma di masyarakat dengan adanya miras ketika cara digelar, dari sini Siapakah yang salah?
Artikel Terkait
Info Lowongan Kerja Terbaru Sidoarjo Sebagai Penjaga Stand Korean Food di Lippo Mall
Bikin Ngilu Ngobrol Dengan Siskae Akui Hiperseks, Prank Ojol Dimasukin Hingga Keluar
Bikin merinding Pola Dan Trik Slot Gates Of Olympus Atau Zeus Terbaru Ini Tembus 13 Juta, Jangan Ditiru
Penari Dari Banyuwangi Tampil Di London Inggris Dua Diantaranya Dari Aliyan, Kades : Ini Regenerasi Kami