Banyuwangi sejauh ini terlihat sangat bagus di daerah lain, tak sedikit pula tamu kedinasan studi banding serta berkunjung ke Banyuwangi dalam kepentingan mencontoh kabupaten yang terbilang cukup sukses dalam beberapa tahun kebelakang.
Namun di sisi lain, kebijakan anggaran pemerintah Banyuwangi, masih Amrullah menanggapi hal tersebut belum memihak kepada rakyat Blambangan.
" itu berlangsung tiap tahun, mereka miskin gagasan dan cenderung tidak inovatif, akhirnya mereka terjebak pada kegiatan rutinitas, akhirnya rakyat hanya dijadikan objek bukan subjek pembangunan," tegasnya.
Tak hanya Eksekutif yang menjadi sorotan Direktur Puskaptis ini, Legislatif pun tak luput dari pantauan nya, ia mengatakan jika legislatif yang menjadi penyambung lidah rakyat dalam hal kesejahteraan rakyat juga di anggapnya sok sibuk dengan segala urusanya.
" wakil rakyat kita itu sok sibuk dengan kegiatan mereka, dan terlena dengan fasilitas dari rakyat, di antaranya gaji dan tunjangan, uang reses, tunjangan jabatan, tunjangan komunikasi, tunjangan reses, tunjangan perumahan, dan tunjangan transportasi, jika dijumlah mereka mendapatkan 50 juta/bulan untuk setiap anggota dewan, belum dari proyek, Kapan mereka sempat mengawasi eksekutif? Akhirnya mereka ikut sistem dan jadi lembaga ketok palu saja." tukasnya.
Artikel Terkait
Tak Kunjung Pulang Dari Kebun, Ibu Ini Ditelan Ular Piton Raksasa
Beredar Bocoran Soal Ujian Panwascam Diduga Dari Anggota Bawaslu Banyuwangi
Ponpes Wali Barokah Helat Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan Hadirkan Senator Jatim
PA GMNI Banyuwangi Sikapi Polemik Isu Kecurangan Perekrutan Panwascam
Saat Tidur Lelap, Sebuah Motor Milik Warga Kunir Singojuruh Raib Di Gondol Maling