"Kan Jawa Timur terkenal dengan kota santri, kotanya kiyai, kotanya ulama, kotanya pondok pesantren, semua kita kembalikan lagi kepada njenengan njenengan semuanya, apakah akan dijadikan budaya atau tidak," Tambah Danang.
Mantan Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya ini mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan karnaval model sound besar dan joget joget itu bahwa banyak yang akan dirugikan terutama anak bayi.
"Kalau gak ingin genteng pecah, kaca pecah, gendang telinga pecah, karena anak bayi masih rentan dengan pendengaran, karena disitu ada anak bayi yang digendong, kalau sudah pecah kasihan, nantik jadi permanen segala aktifitas akan terhalang, jadi jangan lakukan itu," Tukasnya.