Storyjatim.com - Pada perayaan kemerdekaan 17 Agustus 1945 terdapat tradisi karnaval di berbagai wilayah dengan menampilkan kebudayaan hingga mengenang jasa pahlawan.
Namun, di era 2023 justru banyak kelompok masyarakat yang justru membuat karnaval dengan menggunakan sound sistem besar dan diiringi dengan joget ala pargoy.
Terdapat barisan gadis memanjang di belakang sound sistem dengan iringan musik DJ sembari berjoget dengan gerakan tak senonoh.
Bahkan kostum yang dipakai pun hanya berupa kaos ketat dan celana pendek, tak hanya itu terdapat pula pakaian kebaya adat dengan geal geol sepanjang jalan.
Hal tersebut banyak justru dianggap menodai marwah karnaval yang harusnya menampilkan adat budaya Indonesia.
Kapolres Blitar AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno menanggapi hal tersebut dengan mengingatkan agar tidak di adakan karnaval battle sound dengan goyang yang tak wajar.
"Sound nya besar besar, terus ada DJ nya, musiknya House Musik, yang nonton banyak anak anak, anak bayi yang digendong emak emak," Katanya dikutip Storyjatim pada (25/8/2023).
Danang menyampaikan jika banyak yang dirugikan dengan adanya karnaval dengan model tersebut.
Artikel Terkait
DPC GMNI Banyuwangi Soroti Pilkades Serentak Ditengah Tahapan Pemilu, Andre: Beban Politik Masyarakat Berat
Seakan Menjadi Tren, Lomba Gerak Jalan Di beberapa Wilayah Di Banyuwangi Diwarnai Bentrok
Alicia Alexandra Ouborg, Siswi Asal Banyuwangi Berhasil Sabet Juara Putri Wisata Remaja Indonesia 2023
Adu Banteng Pengendara Vario di Banyuwangi Tewas Di Tempat Akibat Kecelakaan Dengan Expander
Segera..! Event Gandrung Surf 2023 Akan Diselenggarakan Di Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi