"Kan Jawa Timur terkenal dengan kota santri, kotanya kiyai, kotanya ulama, kotanya pondok pesantren, semua kita kembalikan lagi kepada njenengan njenengan semuanya, apakah akan dijadikan budaya atau tidak," Tambah Danang.
Mantan Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya ini mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan karnaval model sound besar dan joget joget itu bahwa banyak yang akan dirugikan terutama anak bayi.
"Kalau gak ingin genteng pecah, kaca pecah, gendang telinga pecah, karena anak bayi masih rentan dengan pendengaran, karena disitu ada anak bayi yang digendong, kalau sudah pecah kasihan, nantik jadi permanen segala aktifitas akan terhalang, jadi jangan lakukan itu," Tukasnya.
Artikel Terkait
DPC GMNI Banyuwangi Soroti Pilkades Serentak Ditengah Tahapan Pemilu, Andre: Beban Politik Masyarakat Berat
Seakan Menjadi Tren, Lomba Gerak Jalan Di beberapa Wilayah Di Banyuwangi Diwarnai Bentrok
Alicia Alexandra Ouborg, Siswi Asal Banyuwangi Berhasil Sabet Juara Putri Wisata Remaja Indonesia 2023
Adu Banteng Pengendara Vario di Banyuwangi Tewas Di Tempat Akibat Kecelakaan Dengan Expander
Segera..! Event Gandrung Surf 2023 Akan Diselenggarakan Di Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi