Banyuwangi, Storyjatim.com – Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau sering disebut Sertifikat gratis tiga tahun lalu belum kunjung rampung.
Warga Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi Jawa Timur Kembali memanas, pasalnya Program PTSL sejak 2020 lalu belum juga usai.
Menurut pengakuan warga, pihaknya sudah membayar sebesar Rp150 ribu, tak hanya itu, warga pun diminta biaya tambahan Rp. 70 ribu per bidang. Namun yang terjadi di lapangan hingga hari ini sertifikat para pemohon tak kunjung terbit.
Baca Juga: Segera..! Event Gandrung Surf 2023 Akan Diselenggarakan Di Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi
Selama tiga tahun warga terus menanti adanya kejelasan dari pihak terkait, tak heran seluruh warga pun meminta uang mereka dikembalikan.
Namun, permintaan dari wargapun belum ada kepastian dari panitia PTSL dan juga Pemerintah Desa Pesanggaran, warga pun menyebut bahwa akan ada aksi demo besar besaran ke Pemdes Pesanggaran.
“Rencananya besok (Kamis, 24 Agustus 2023) warga demo, di Kantor Desa Pesanggaran,” ucap Susongko, ST, MM, salah satu tokoh masyarakat Desa Pesanggaran, Rabu (23/8/2023).
Disebutkan, program PTSL gagal di Desa Pesanggaran, sebenarnya sudah menjadi polemik berkepanjangan. Tensi makin meningkat ketika muncul program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Masyarakat kembali meradang dan meminta agar uang yang telah dibayarkan untuk program PTSL tahun 2020 bisa dikembalikan.
“Sebenarnya warga itu tidak kaku, hanya minta kejelasan. Jika uang Rp150 ribu dan biaya tambahan Rp70ribu, ada yang sudah digunakan oleh pemerintah desa dan panitia PTSL, dijelaskan saja dengan gamblang, pasti warga bisa menerima,” cetus Susongko.