Banyuwangi, Storyjatim.com - Rombongan jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, melakukan takziah ke rumah keluarga AYP (20), anggota Perguruan Silat Pagarnusa di Desa Sukomaju, Kecamatan Srono.
Rombongan PCNU tersebut, datang ke rumah duka bersama para Kiai Pengasuh Pesantren, Pengurus PC ISNU dan LP Ma'arif dengan didampingi Pengurus PAC Pagarnusa Srono.
Mereka datang untuk mendoakan dan menyampaikan belasungkawa atas insiden yang menyebabkan AYP meninggal dunia, pada Sabtu (20/4/2024) pagi itu.
"Atas nama PCNU Banyuwangi, kami mengucapkan dukacita yang mendalam atas wafatnya anak kami ananda Affa, anggota Pagarnusa Srono, semoga semua amal ibadahnya diterima Allah SWT," kata Koordinator Pengurus Harian PCNU Banyuwangi, Abdul Aziz, Selasa (23/4/2024).
Azis juga menyampaikan pesan kepada kedua orang tua korban, agar senantiasa sabar atas musibah yang menimpa putra semata wayangnya itu.
"Semoga terus diberikan kesabaran, kekuatan dan selalu kuat atas apapun yang terjadi," ungkap Azis.
Dalam kesempatan itu Azis juga menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa kasus yang menyebabkan AYP meninggal dunia itu, sudah ditangani oleh pihak kepolisian.
"Insyallah proses hukum sudah berjalan. Semua sudah ditangani oleh pihak kepolisian sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku," terangnya.
PCNU Banyuwangi mendukung upaya penegakan hukum terhadap siapapun yang terlibat dalam penghilangan nyawa AYP.
"Kami apresiasi langkah Polresta Banyuwangi atas langkah cepat yang sudah dilakukan," ungkap Azis.
Atas musibah itu, PCNU mengimbau kepada seluruh jajaran anggota Pagarnusa di Banyuwangi untuk menahan diri atas insiden yang terjadi.
"Apapun itu adalah kehendak-Nya. Kami minta semua menahan diri dan tidak melakukan gerakan diluar dari prosedur yang malah membuat suasana menjadi gaduh," tandas Azis.
Sebagai informasi, AYP, salah satu anggota Pagarnusa asal Kecamatan Srono, meninggal dunia usai dikeroyok di wilayah Kecamatan Tegaldlimo, pada Jumat (19/4/2024) malam.