Mengenal Tradisi Kebo Keboan Alasmalang Banyuwangi Ratusan Tahun Sudah Digelar Dari Mbah Buyut Karti

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Sabtu, 29 Juli 2023 | 21:37 WIB
Mengenal Lebih Dekat Kebo Keboan Alasmalang, Konon Awalnya Akibat Wabah Pageblug (Abdul Konik)
Mengenal Lebih Dekat Kebo Keboan Alasmalang, Konon Awalnya Akibat Wabah Pageblug (Abdul Konik)

Banyuwangi Storyjatim.com - Di bulan Suro atau Muharram Banyuwangi mempunyai tradisi unik, yakni Kebo Keboan yang di laksanakan di Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Banyuwangi Jawa Timur.

 

Tradisi Kebo Keboan Alasmalang tersebut di gelar sejak sekitar tahun 1725 dari peninggalan nenek moyangnya Mbah Buyut Karti.

 

Kebo Keboan Alasmalang sendiri berarti kerbau jadi jadian, dimana beberapa warga yang menggunakan atribut mirip kerbau dengan badan diberi pewarna hitam.

Baca Juga: Turis Mancanegara Terkesima Dengan Adat Keboan dan Jajanan Khas Banyuwangi, Menpan RB Kangen Dengan Aliyan

Tercetusnya Kebo Keboan sendiri konon berawal dari adanya wabah penyakit yang menyerang warga Desa Alasmalang atau sering disebut Pageblug. 

 

Adanya wabah pageblug itu warga banyak yang kelaparan bahkan meninggal dunia, akhirnya salah satu warga yang menjadi sesepuh waktu itu yang bernama Mbah Buyut Karti melakukan meditasi di sebuah bukit yang masih di sekitaran Alasmalang.

 

Memang Alasmalang jika dilihat menjadi salah satu lumbung pertanian di Kecamatan Singojuruh.

 

Setelah Mbah Buyut Karti bersemedi diceritakan bahwa mendapatkan wasiat atau wangsit dari danyang (penjaga Alasmalang) untuk melakukan bersih Desa dengan selamatan dan melakukan tradisi Kebo Keboan serta Dewi Sri lambang dari kemakmuran dan meminta keberkahan kepada Allah SWT di Bulan Mulia Suro.

Baca Juga: Tiga Tahun Tak Digelar Kebo-Keboan Seorang Warga Alasmalang Kerasukan Ini Yang Diminta

Mereka lalu berkeliling desa mengikuti empat penjuru mata angin. Saat berkeliling desa inilah, para Kebo-keboan itu bertingkah layaknya siklus cocok tanam, mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga menabur benih padi. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X