Storyjatim.com - Keboan Aliyan Tak hanya di saksikan oleh masyarakat lokal di Banyuwangi, namun terlihat terdapat turis mancanegara asal Italia.
Reberto menyebut tradisi keboan Aliyan cukup unik, dan tak pernah melihat tradisi Keboan seumur hidupnya.
Sejak awal datang di Desa Aliyan disambut dengan hangat oleh warga sekitar bahkan di tawari untuk makan bersama merasakan pecel pithik (pecel ayam).
Baca Juga: Hadir Di Keboan Aliyan, Ketua DPRD Banyuwangi Berkesempatan Naik Ogoh Ogoh Kerbau
"Terlalu pedas ya untuk saya, tapi enak kaya dengan rempah," Katanya saat ditanya oleh Storyjatim.com (23/7/2023).
Tak hanya menikmati pecel pithik, Roberto juga berkesempatan mencicipi jajanan tradisional khas Banyuwangi yakni Orog orog, ketan hitam, kucur dan minuman dawet.
"Orog orog enak, manis gurih kelapa, baru ini saya makan kue ini, dawetnya juga manis enak ada potongan buah nangka," Cetusnya.
Dirinya pun terkesima dengan tradisi yang digelar di setiap tahunya ini, bahkan dirinya juga kagum melihat warga sekitar yang masih menjaga tradisi leluhur.
"Waahh ini luar biasa, dan kagumnya antara leluhur dengan masyarakat sekitar di era modern masih nyambung meskipun dengan ritual tertentu," Ucapnya.
Artikel Terkait
Tiga Tahun Tak Digelar Kebo-Keboan Seorang Warga Alasmalang Kerasukan Ini Yang Diminta
Jelang Ritual Adat Keboan Aliyan, Puluhan Warga di Banyuwangi Kesurupan Mirip Kerbau
Kembali Kesurupan Warga Di Banyuwangi, Ternyata Warga Belum Lakukan Ini Ke Leluhur Jelang Acara Keboan Aliyan
Di Bulan Suro, Kapan Keboan dan Kebo Keboan di Banyuwangi Dilaksanakan? Catat Tanggalnya Tradisi Unik Di Jawa
Sudut Malam Desa Aliyan Sebelum Ritual Keboan, Bazar Jajanan Tradisional dan Makanan Khas Gule Menthok