"Jadi sekarang jumlahnya sekitar 55 orang. Karena ketambahan 5 siswa kelas 1 dan satu anak pindahan dari sekolah lain," jelasnya.
Dengan jumlah siswa yang minim ini, pihak sekolah menjadi ketar-ketir. Sebab berdasarkan aturan, jika tiga tahun berturut-turut jumlah anak kurang dari 60, maka terpaksa sekolah akan dimerger.
Pihak sekolah pun sangat berharap, sistem zonasi ke depannya betul-betul bisa merata. Terutama bagi anak agar bisa bersekolah di sekolah dekat rumahnya.
"Karena sudah ada dua sekolah di merger di Kecamatan Giri. Diantaranya SDN 3 Jambesari, dan SDN 3 Grogol," ungkap dia.
Padahal, kata Taufik, segala upaya telah dilakukan sekolah untuk mendapatkan siswa. Mulai dari membagikan brosur hingga pendekatan kepada wali siswa.
"Semua sudah kita upayakan semaksimal mungkin, tapi hanya lima orang itulah yang menjadi siswa baru di SDN 2 Jambesari," tuturnya.
Taufik berharap, benar-benar ada solusi dalam pemerataan siswa. Sehingga, tidak ada sekolah lagi yang terkena merger.
Artikel Terkait
PT BSI Banyuwangi Komitmen Jalankan Keselamatan Pekerja Secara Ekstra
Dua Pengendara Motor Terlibat Kecelakaan Di Rogojampi Banyuwangi, Satu Pengendara Tewas
Ditengah Gas Langka, Berikut Jadwal Pasar Murah Gas LPG 3 Kg Bersubsidi, Jangan Lupa Bawa Ini
Hanya Untuk Masyarakat Miskin? Ini Kategori Masyarakat Yang Berhak Dapat Gas LPG 3 kg Subsidi, Jangan Salah
Gas LPG 3 Kg Masih Langka, Bupati Ipuk Ajak Pertamina Cek Pangkalan di Banyuwangi, Pasokan Akan Ditambah
Bisa Untuk Jadi Kue Ulang Tahun, Ini Resep Red Velvet Roll Crepe Yang Mudah Di Buat