“Warga mengeluhkan kenaikan harga, terutama yang dijual toko. Untuk itu, kami pastikan pangkalan agar bisa melayani warga dan menjual sesuai harga yang ditetapkan pemerintah. Harga di pangkalan jangan dinaikkan,” imbau Bupati Ipuk.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ipuk membeberkan, bahwa Pertamina berencana menambah kuota pasokan harian LPG 3 kg untuk Banyuwangi.
“Itu salah satu opsinya, biar kondisi cepat stabil. Paralel, juga akan digelar operasi murah di seluruh kecamatan selama sepekan ini secara bergiliran. Kamia akan pantau terus sama Pertamina dan cari solusi jangka pendeknya untuk menstabilkan kondisi kelangkaan ini,” ujar Bupati Ipuk.
Baca Juga: Ditengah Gas Langka, Berikut Jadwal Pasar Murah Gas LPG 3 Kg Bersubsidi, Jangan Lupa Bawa Ini
Tampak hadir pula Sales Brand Manager Pertamina Banyuwangi, Denny Nuhrahanto.
Berkoordinasi dengan Pertamina, operasi pasar digelar di 12 titik se-Banyuwangi dalam pekan ini, di mana per titik dialokasikan 1.600 tabung gas LPG 3 kg. Sehingga total disediakan 19.200 tabung gas LPG 3 kg.
Sementara itu, Denny menjelaskan, bahwa pasokan gas LPG 3 kg untuk Banyuwangi mencapai 153 – 155 metricton per hari, atau setara 52 ribu tabung gas LPG 3 kg. Kuota tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, 2022.
“Untuk Banyuwangi, sebenarnya pasokan yang kami salurkan masih sama, tidak ada perubahan dari bulan kemarin maupun tahun kemarin juga. Namun, kami melihat tahun ini ada peningkatan konsumsi di masyarakat. Jadi, kebutuhan warga akan LPG tidak seimbang dengan kuota yang telah ditetapkan tahun ini,” kata Denny.
Artikel Terkait
Penyebab Gas LPG 3 Kg Langka Presiden Jokowi Sebut Menteri BUMN
Kuota Pengiriman Sudah Terpenuhi Sesuai Kebutuhan, Jokowi Minta Menteri BUMN Tangani Kelangkaan Gas LPG 3 Kg
Akan Kembali Normal, Mulai Tanggal Ini Orang Kaya Dilarang Beli Gas Subsidi LPG 3 Kg, Bikin Gas Langka
Hanya Berbahan Dasar Oli Bekas Murah, Kompor Ini Jadi Solusi Di Tengah Gas LPG 3 kg Langka, 1 Liter Bisa 1 Jam
Jadi Sektor Korupsi Tertinggi Ditahun 2022, Dana Desa 2023 Di Anggarkan APBN Mencapai 70 Triliun