“Identifikasi dan pengendalian bahaya dilakukan sejak dini dan sedetail mungkin. Sebuah pekerjaan bisa dilakukan setelah memperoleh izin kerja (permit to work) dari penanggung jawab area kerja dan Departemen OHS PT Bumi Suksesindo,” katanya.
Lalu, setiap pekerja harus menyempatkan diri untuk mengidentifikasi bahaya yang mungkin terjadi serta menentukan pengendaliannya. Dengan begitu, pekerja diharapkan senantiasa mawas diri selama bekerja dan mengindahkan keselamatan diri, peralatan, dan lingkungannya.
“Setiap pekerja bertanggung jawab untuk menilai bahaya ini sebelum memulai aktivitas kerja tertentu. Kami menamai program tersebut Takon Pitu,” tutur Yan Probo.
Selain Takon Pitu, pekerjaan tersebut juga harus dilengkapi dengan dokumen Job Safety and Environment Analysis (JSEA). Dokumen JSEA berisi langkah-langkah kerja yang dilengkapi dengan identifikasi dan pengendalian bahaya secara terperinci.
Pada saat pekerjaan berlangsung, seorang pekerja bisa menghentikan sementara suatu pekerjaan yang ditemukan dapat menyebabkan kecelakaan lalu melaporkannya kepada pengawas.
Mekanisme ini disebut TAHAN (Tidak Aman Hentikan Laporkan Amankan) dan dapat dilakukan saat karyawan merasa tidak aman sebelum bekerja atau saat melihat orang lain bekerja dalam kondisi tidak aman. Apabila bahaya tersebut tidak bisa langsung ditangani, pekerja harus membuat Hazard Identification and Reporting menggunakan formulir laporan bahaya.
“Selain menghentikan pekerjaan, kita juga punya beberapa mekanisme pengawasan untuk memastikan pekerjaan tersebut berjalan dengan aman, pekerja selamat, alat dan lingkungan terjaga,” Yan Probo menambahkan penjelasannya.
Artikel Terkait
Intip Harta Kekayaan Cinta Mega Anggota DPRD DKI Jakarta, Viral Akibat Main Game Slot Online Saat Paripurna
Sehari Sebelum Upacara Keboan Aliyan Banyuwangi Dilaksanakan, Warga Kembali Kesurupan
Hadir Di Keboan Aliyan, Ketua DPRD Banyuwangi Berkesempatan Naik Ogoh Ogoh Kerbau
Turis Mancanegara Terkesima Dengan Adat Keboan dan Jajanan Khas Banyuwangi, Menpan RB Kangen Dengan Aliyan
Rela Antri Berjam Jam Di Bawah Terik Matahari, Warga Di Banyuwangi Krisis Gas Elpiji 3 Kg