Storyjatim.com - Disetiap ritual adat di Banyuwangi khususnya di bulan suro selalu memiliki yang namanya Lawang Kori (Pintu Kori).
Lawang Kori sendiri dibuat dari bambu yang di rangkai sedemikian rupa sehingga mirip gapura atau pintu masuk untuk penyambutan tamu yang hendak datang dalam acara ritual adat.
Seperti contohnya yang ada di ritual adat Keboan Aliyan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, Lawang Kori berdiri tegak lengkap dengan ornamen hasil bumi dan janur sebagai penanda adanya acara adat di wilayah tersebut.
Lawang Kori sendiri tak hanya untuk penyambutan tamu, pintu masuk utama ini juga untuk memajang hasil bumi yang ada di wilayah Desa yang akan ada acara adat.
Hal itu menunjukan betapa suburnya sebuah wilayah dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil panen selama setahun.
Adapun yang dipasang di Lawang Kori sendiri yakni mulai dari pisang, umbi jalar, ketela, buah buahan, pala wija hingga padi kuning hasil panen.
Makna Lawang Kori sendiri memiliki filosofi yang cukup penting dalam uoacara adat suku Osing Banyuwangi.
Di Desa adat Aliyan Lawang Kori dibuat seminggu sebelum hari H pelaksanaan ritual adat keboan, dimana saat itu warga banyak yang dirasuki oleh roh leluhurnya.
Artikel Terkait
Bupati Banyuwangi Hadiri Ritual Adat Keboan Aliyan, Ipuk : Gotong Royong Bentuk Penyelesaian Masalah Di Desa
Mengenal Lebih Dekat Ritual Adat Keboan Aliyan Banyuwangi Yang Diselenggarakan Tiap bulan Suro
Tiga Tahun Tak Digelar Kebo-Keboan Seorang Warga Alasmalang Kerasukan Ini Yang Diminta
Jelang Ritual Adat Keboan Aliyan, Puluhan Warga di Banyuwangi Kesurupan Mirip Kerbau
Kembali Kesurupan Warga Di Banyuwangi, Ternyata Warga Belum Lakukan Ini Ke Leluhur Jelang Acara Keboan Aliyan