Manfaat Lidah Mertua: Tak Hanya Sedap Dipandang Tapi Juga Efektif Serap Polutan

photo author
Tim Story Jatim 01, Story Jatim
- Rabu, 28 September 2022 | 16:08 WIB
Manfaat Lidah Mertua: Tak Hanya Sedap Dipandang Tapi Juga Efektif Serap Polutan
Manfaat Lidah Mertua: Tak Hanya Sedap Dipandang Tapi Juga Efektif Serap Polutan

Penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa rata-rata penurunan radiasi dalam sepuluh ruang komputer setelah diterapkan perlakuan A sebesar 0.142x 10-4 mT, perlakuan B sebesar 0.277 x 10-4 mT, dan perlakuan C sebesar 0.351 x 10-4 mT.
Uji statistik yang mereka lakukan memperoleh derajat kepercayaan mencapai 95 persen dan menghasilkan p-value < 0,001 yang mengartikan perbedaan penurunan tersebut signifikan.

 

Mampu Menyerap Polutan di Udara

Banyak penelitian yang sudah menyebutkan bahwa Lidah Mertua dapat menjadi penyerap polutan yang efektif dan bahkan sudah diaplikasikan ke masyarakat secara langsung.

Salah satu pengaplikasian Lidah Mertua sebagai penyerap polutan ialah pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Pengabdian yang dilakukan di Kampung Bulak, Cinangka tersebut memperlihatkan hasil yang positif. Setelah menanam Lidah Mertua di area perkampungan, dilakukan survey terhadap masyarakat sekitar.

Hasil survey yang mereka lakukan menunjukan 80,15 persen respon masyarakat merasakan pengurangan polusi udara di area perkampungan mereka.

 

Mampu Merehabilitasi Tanah yang Tercemar Logam Berat

Berdasarkan penelitian Dr. Rhenny Ratnawati dan tim (2018), tanaman Lidah Mertua dapat dijadikan sebagai fitoremediasi pada tanah yang tercemar logam timbal (Pb).

Fitoremediasi sendiri dapat diartikan sebagai upaya pemanfaatan tanaman dan bagian-bagiannya untuk dekontaminasi limbah baik secara eksitu dengan menggunakan reaktor buatan atau insitu secara langsung di lahan yang benar-benar tercemar.

Hasil dari penelitian Dr. Rhenny menunjukkan bahwa pada reaktor dengan tanaman lidah mertua mempunyai nilai efisiensi penyisihan konsentrasi Pb akhir di tanah sebesar 81,08 persen (112 mg/kg).

 

Meningkatkan Mortalitas Nyamuk Aedes Aegypti

Sebelumnya perlu diketahui, mortalitas adalah ukuran kematian rata-rata makhluk hidup dalam suatu area atau pun komunitas tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X