khazanah

Mengetahui Filosofi, Arti dan Makna Upacara Ngaben

Senin, 25 Juli 2022 | 17:52 WIB
Ketahui filosofi, arti dan makna upacara Ngaben. (Tangkapan layar kanal Youtube Evid Mahardika)

Storyjatim.com - Bali terkenal akan budaya dan tradisinya. Salah satunya prosesi pemakaman adat yang begitu terkenal dan sudah mengakar kuat dalam keyakinan warga Hindu Bali, yakni Ngaben.

Ngaben adalah upacara pembakaran jenazah umat Hindu di Bali. Upacara Ngaben merupakan suatu ritual yang dilaksanakan untuk mengembalikan roh leluhur ke tempat asalnya.

Berikut filosofis, arti dan makna upacara Ngaben yang dilansir Storyjatim.com dari kanal YouTube Ajeg Bali Channel.

Baca Juga: Hadiri Pengabenan Massal, Bupati Ipuk Puji Gotong Royong Umat Hindu

Ngaben dalam bahasa Bali berkonotasi halus yang sering disebut Pelebon. Palebon berasal dari kata Lebu yang artinya Prathiwi atau tanah. Palebon artinya menjadikan Prathiwi (abu). 

Untuk menjadikan tanah itu, ada dua cara, yaitu dengan cara membakar atau Ngaben dan menanam ke dalam tanah atau Metanem.

Ngaben merupakan upacara kremasi atau pembakaran jenazah di Bali, upacara adat Ngaben merupakan sebuah ritual yang dilakukan untuk mengirim jenazah pada kehidupan mendatang.

Baca Juga: Bikin Heboh, Pria Banyuwangi Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Pete 

Dalam upacara Ngaben, jenazah diletakkan dengan posisi seperti orang tidur, keluarga yang ditinggalkan pun akan beranggapan bahwa orang yang meninggal tersebut sedang tidur.

Serta dalam upacara Ngaben tidak ada air mata, karena mereka menganggap bahwa jenazah hanya tidak ada untuk sementara waktu, dan menjalani reinkarnasi atau akan menemukan peristirahatan terakhir di Moksa, yaitu suatu keadaan dimana jiwa telah bebas dari reinkarnasi dan roda kematian. 

Upacara Ngaben juga menjadi simbol untuk mensucikan roh orang yang telah meninggal.  

Baca Juga: Ratusan Dump Truk Kepung Kantor Bupati Banyuwangi

Sementata tujuan upacara Ngaben adalah mempercepat Raga Sarira agar dapat kembali ke asalnya, yaitu Panca Maha Bhuta di alam ini dan bagi Atma atau roh setelah hari kematian dapat cepat menuju alam Pitra.

Landasan filosofis Ngaben secara umum adalah Panca Sradha, yakni lima kepercayaan yang diyakini oleh umat Hindu sebagai landasan hidup di dunia ini.

Halaman:

Tags

Terkini

Kick Off HSN 2025, Banyuwangi Canangkan Pesantren Aman

Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:21 WIB

Ulasan Lengkap Biografi 4 Wanita Penghulu Surga

Minggu, 30 Juli 2023 | 21:36 WIB

Khutbah Jumat Terpopuler 'Iman Kepada Allah SWT'

Sabtu, 29 Juli 2023 | 20:59 WIB