Storyjatim.com - Konflik Rusia-Ukraina hingga saat ini (28/10) masih terus berlanjut. Banyak yang mengaitkan konflik ini dengan berbagai kepentingan.
Tidak hanya kepentingan di sektor ekonomi dan politik kedua bangsa. Namun banyak pendapat yang mengatakan bahwa konflik Rusia-Ukraina berkaitan dengan kepercayaan salah satu agama yaitu Islam.
Memang terdapat ayat dalam kitab suci Al-Qur’an dan riwayat lain yang sedikit banyak dapat dikaitkan dengan konflik Rusia-Ukraina.
Baca Juga: Peristiwa 12 Oktober: Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Ledakan Bom Bali 1, Hari Museum Nasional
Pandangan Islam dengan menerjemahkan Al-Qur’an disampaikan oleh Syekh Imran Hosein. Beliau menyampaikannya dalam wawancara ekslusif yang diunggah oleh Hidayah Channel.
Syekh Imran menyampaikan bahwa terdapat ayat yang menyebutkan adanya kelompok dominan atas kelompok lainnya dan kelompok tersebut akan mendapat cemoohan dari orang-orang kafir.
Merujuk dari pernyataan tersebut kelompok yang dimaksud merujuk kepada Rusi sebagai kelompok dominan atas perang yang saat ini terjadi.
Disisi lain Syekh Imran juga menyinggung tentang kebangkitan Kristen Ortodoks (ahli kitab)di Rusia. Kelompol ini memang pernah disebut Al-Qur’an akan memenangkan pertempuran atas bangsa kafir.
Kemenangan ini akan terus berlanjut hingga mendekati hari kiamat dan selanjutnya kelompok Islam yang bangkit akan merebut kemenangan diperang akhir.
Syekh Imran menambahkan bahwa sejak 1400 tahun yang lalu, pemenang perang antara kelompok ahli kitab dan kelompok kafir sudah ditetapkan.
Menurut beliau Rusia adalah kelompok yang disebut sebagai bangsa Romawi yang dimaksud dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum.
"Dan nama Rum yang ada dalam Al-Qur’an adalah bangsa Romawi, tapi kemudian datanglah transformasi kerajaan Romawi itu menjadi kerajaan Kristen" ujar Syekh Imran Hosein.
Baca Juga: Peristiwa 9 Oktober: Sejarah Pembantaian 10.000 Kaum Tionghoa di Jakarta dan 9 Imam Katolik Di China
Syekh Imran melanjutkan, Bangsa Romawi disebut dalam Surat Ar-Rum akan menang sebanyak 2 kali atas kelompok kafir.
Pertama sudah terjadi dan tercatat sebagai sejarah saat pasukan Bizantium mengalahkan Persia. Beliau menyampaikan kemenangan kedua belum terjadi dan menegaskan bahwa apa yang disampaikan bisa saja salah.