internasional

Peristiwa 9 Oktober: Sejarah Pembantaian 10.000 Kaum Tionghoa di Jakarta dan 9 Imam Katolik Di China

Minggu, 9 Oktober 2022 | 11:48 WIB
Ilustrasi pembakaran ruma dk Tionghoa 1740

Storyjatim.com - Beberapa peristiwa bersejarah ditanggal 9 Oktober telah tercatat sejak ratusan tahun yang lalu dan beberapa diantaranya tetap diperingati hingga saat ini.


Peristiwa yang pernah terjadi ditanggal tersebut diantaranya adalah pembantaian 10.000 kaum Tionghoa, berdirinya institut angkatan laut Amerika Serikat, hari penerbitan alfabet Hangul, dan sejarah lain di dunia.


Melansir menerjemahkan dari en.wikipedia.org, berikut ini serangkaian peristiwa bersejarah yang pernah terjadi ditanggal 9 Oktober:

Baca Juga: Peristiwa 8 Oktober: Terjadinya Ledakan Meteor di Indonesia Hingga Terjadi Gempa Bumi Tewaskan 87.351 Jiwa


Penerbitan Alfabet Hangul yang Digunakan di Korea Selatan (1443)

Hangul adalah alphabet yang dipakai untuk menulis bahasa Korea. Hangul atau Hangeul dahulu diciptakan oleh Raja Sejong di tahun 1443 dan diterbitkan pada 9 Oktober di tahun tersebut pada masa Dinasti Joseon.


Tulisan Hangeul tampak seperti tulisan dalam bentuk ‘simbol’ (ideografik), namun sebenarnya berupa abjad fonetik atau alfabet karena setiap hurufnya melambangkan vokal dan konsonan.
Menariknya alfabet Hangeul juga dipakai untuk menuliskan bahasa Cia-Cia yang ada di Sulawesi Tenggara, Indonesia.


Untuk mengingat penerbitan alfabet ini, orang Korea Selatan akan melakukan peringatan yang dinamakan sebagai Hari Hangeul.

 

Pembantaian 10.000 Kaum Tionghoa (1740)

Batavia dahulu adalah Ibu Kota dari Negara Hindia-Belanda yang kini wilayahnya menjadi Jakarta yang merupakan Ibu Kota Negara Indonesia.


Terdapat sejarah kelam yang terjadi di Batavia pada 3 abad yang lalu, dimana tercatat adanya pembantaian terhadap 10.000 orang Tionghoa yang dikenal sebagai Geger Pacinan 1740.


Pembantaian ini dilakukan oleh tentara Eropa dari perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) bersama kolaboratornya dari etnis Jawa.


Peristiwa kelam yang terjadi pada 9 Oktober hingga 22 Oktober 1740 tersebut diperkirakan hanya menyisakan 600-3.000 orang Tionghoa yang selamat.

Baca Juga: Tewas 1 orang, Insiden di Liga Argentina, Peraturan Penggunaan Gas Air Mata Kembali di Langgar

Halaman:

Tags

Terkini