Produksi Bedak Bayi Berbahan Talek dihentikan, Johnson & Johnson Beralih ke Bahan Jagung

photo author
Ernik Qurrotul Aini, Story Jatim
- Jumat, 19 Agustus 2022 | 19:10 WIB
Produksi Bedak Bayi Berbahan Talek dihentikan, Johnson & Johnson Beralih ke Bahan Jagung  (Screenshots Youtube Narasi)
Produksi Bedak Bayi Berbahan Talek dihentikan, Johnson & Johnson Beralih ke Bahan Jagung (Screenshots Youtube Narasi)

STORYJATIM.COM- Semua orang pasti mengetahui atau mengenal produk untuk bayi Joohnson & Johnson tentunya. 

Produk bayi Johnson & Johnson yang sudah terkenal di dunia ini merupakan produk yang meliputi produk-produk perawatan bayi. 

Berbagai produk perawatan bayi Johnson & Johnson yaitu berupa bedak, sabun, shampoo handbody dan masih banyak lagi.

Namun kabar yang kurang sedap menghinggapi Johnson & Johnson yang sudah menjual bedak bayi selama 128 tahun tersebut.

Baca Juga: Komnas HAM : Ferdy Sambo FS Akui Pembunuhan Brigadir Yoshua! Begini Kesaksian Barada E

Menurut kabar Joohnson dan Johnson akan menghentikan penjualan bedak bayinya, seperti yang dikutip oleh storyjatim.com dari Youtube Narasi 

Penghentian produksi bedak bayi berbahan talek ( serbuk kristal halus berwarna putih atau keabuan yang disebut dapat meningkatkan resiko terkena kanker ovarium.

Per-tahun 2020, Johnson & Johnson (J&J) mengakhiri penjualan dikarenakan permintaan yang menurun di Amerika Serikat (AS) dan Kanada/.

J&J akan beralih memproduksi bedak bayi berbahan tepung jagung. Bedak berbahan dasar jagung telah dijual secara global.

"Sebagai bagian dari penilaian portofolio di seluruh dunia. J&J telah membuat keputusan komersial untuk beralih ke portofolio bedak bayi berbasis tepung jagung," pernyataan resmi Johnson & Johnson.

Baca Juga: Sempat Ditolak! Desain Paspor Terbaru Indonesia Akhirnya Diakui oLeh Jerman

Sebelumnya J&J sempat dituntut oleh 38 ribu konsumen yang menuding bedaknya mengandung asbestos (salah satu bahan tambang, terdiri dari serat silikat mineral dengan komposisi kimiawi yang berbeda) penyebab kanker.

Tahun lalu LTL Management (J&J memberikan klaim-klaim hukum terkait produk talek ke LTL Management) anak perusahaan J&J bangkrut ditengah tuntutan hukum dari konsumen.

Sebelumnya, menurut investigasi dari pemeriksaan memo perusahaan, laporan internal dan dokumen rahasia, J&J mengetahui kalau produknya mengandung asbestos.

Hakim di AS memerintahkan J&J membayar ganti rugi 417 juta USD kepada perempuan penderita kanker ovarium stadium akhir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Abdul Konik

Sumber: narasi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X