Ditambah sarana dan prasarana seperti saluran drainase di wilayah perkotaan yang kurang lancar akibat endapan sedimen. Sehingga air meluber ke jalanan dan rumah-rumah warga.
Baca Juga: Dinding Sungai Kalilo Ambrol Bupati Banyuwangi Tinjau Lokasi, Ini Pesan Ipuk
"Drainase sudah banyak dibangun pemerintah, tapi di lapangan terkesan tidak dirawat. Coba perintahkan lurah maupun kades untuk kegiatan pembersihan rutin misal satu bulan sekali," ujarnya.
Ruli meminta pemerintah daerah segera merekonstruksi sistem drainase atau membuat sumur resapan air untuk meminimalisir faktor risiko penyebab banjir di wilayah perkotaan.
"Jika drainase kapasitasnya tidak diperbesar, aliran air ketika hujan dengan intensitas tinggi akan meluber ke jalan dan pemukiman warga, itu sudah sering terjadi di kota Banyuwangi," tuturnya.
Ia meminta eksekutif juga segera melakukan normalisasi sungai dan drainase serta penataan sistem pembuangan air yang lebih baik.
"Sungai yang melintas di perkotaan menyempit di hilir akibat sedimentasi dari erosi di bagian hulu. sehingga perlu dilakukan pengerukan sedimen agar aliran sungai menjadi lancar," ucapnya.
Disisi lain, Ruli juga meminta agar pekerjaan rekonstruksi jalan mengedepankan kualitas. Sebab, jalan raya di Banyuwangi tidak sedikit yang berlubang imbas tergerus air hujan.
Artikel Terkait
Bukan Di Jakarta, Di Banyuwangi Kota Kini Jadi Langganan Banjir, Warga Lakukan Ini
Gegara Tolak Minuman Keras, Pemuda Asal jember Ini Tewas Terseret Arus Sungai, Begini Kronologisnya
Banjir Genangi Banyuwangi Kota, Dinas PU Pengairan Turun Tangan, Ini Yang Akan Dilakukan, Warga : Alhamdulilah
Begini Jurus Ali Mustofa Untuk Melangkah ke DPRD Provinsi