Storyjatim.com - Bertahun tahun Kabupaten Banyuwangi kini menjadi langganan banjir ketika masuk musim penghujan.
Di area perkotaan pun kini menjadi genangan air ketika hujan melanda Banyuwangi, seperti yang terlihat bahwa hujan melanda Banyuwangi sejak minggu malam hingga senin dini hari.
Terjadinya hal itu di beberapa titik perkotaan seperti di area Pakis tergenang banjir diakibatkan meluapnya sungai Bagong.
Tak hanya itu ruas perkotaan pun menjadi macet akibat banjir melanda Banyuwangi.
Baca Juga: Jalur Utama Gilimanuk Denpasar Tutup Total, Jembatan di Jembrana Di Terjang Banjir Bandang
Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum Direktur Pusat Kajian Kebijakan Analisis Publik Banyuwangi, Berpendapat bahwa kaitan dengan Banjir tersebut yang menjadi korbanya yakni masyarakat kecil, Pemerintah di anggap lalai dalam menanggulangi banjir tersebut.
"Banjir yang terjadi dimana kami melihat rakyat kecil yang menjadi korbannya dan ribuan masyarakat Banyuwangi terendam rumahnya, dan itu terjadi setiap tahun dan kenapa pemerintah kabupaten Banyuwangi tidak melakukan tindakan pencegahan maupun melakukan introspeksi diri bahwa banjir bisa dicegah dengan reboisasi terutama untuk daerah dataran di kawasan Banyuwangi barat di mana hutannya sudah gundul," katanya (17/10/2022).
Hal tersebut di Amrullah menganggap pemerintah lalai akan tugasnya yang di mana ada titipan anggaran sebesar 300 Miliar ke pemerintah untuk membenahi Banyuwangi.
"pemerintah Banyuwangi melalaikan tugasnya padahal sudah dititipkan anggaran 3000 miliar dari rakyat untuk menyelesaikan banjir dan menyelesaikan masalah-masalah rakyat," sambungnya.