STORYJATIM.COM - Buntut dari demo penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Banyuwangi diwarnai pencopotan nama Gedung DPRD dan Kantor Pemda Banyuwangi.
Hal itu dilakukan dengan spontan lantaran pihak terkait tak temui masa aksi.
Sebelumnya masa aksi demo kenaikan harga BBM di lakukan tiga kali, namun surat tuntutan dari Aliansi Mahasiswa tak kunjung di sampaikan ke pusat.
Adanya dugaan pengerusakan nama Gedung DPRD dan Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi berujung rana hukum.
Hal tersebut adanya laporan dari pihak tertentu dengan adanya pengerusakan.
Aliansi Mahasiswa Banyuwangi yang terdiri dari GMNI, HMI, IMM, dan Forum Bem Banyuwangi tersebut mendapat panggilan dari polresta.
Pada kamis 22 september 2022, ketua Forum BEM Banyuwangi yang diketahui sebagai Kader PMII tersebut memenuhi undangan dari polresta Banyuwangi dengan didampingi oleh tim kuasa hukum dari IKA PMII.
Baca Juga: Imbas Kenaikan Harga BBM, Tarif Angkot di Banyuwangi Diusulkan Naik Rp 1.000 hingga Rp 1.500
"Adik adik ink sangat koperatif, pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan transparan sesuai dengan yang dilihat tanpa di sembunyikan," kata Ibrahim Tim kuasa Hukum IKA PMII yang mendampingi Ketua Forum BEM Banyuwangi.
Artikel Terkait
Masa Aksi Demo Kenaikan BBM Di Luar Gedung DPR, Puan Rayakan Ulang Tahun Dalam Gedung Saat Rapat Paripurna
DPRD Tak Tepat Janji, Aliansi Mahasiswa Banyuwangi Datangi Kantor DPRD Tagih Janji Tolak BBM Naik
Harga BBM naik, Jokowi Instruksikan Pejabat Pakai kendaraan Listrik
Aliansi Mahasiswa Banyuwangi Ganti Tulisan Gedung DPRD Banyuwangi Dengan Mosi Tidak Percaya Dalam Aksi BBM