BANYUWANGI STORYJATIM.COM - Sudah menjadi tradisi dimalam 1 suro kegiatan tahunan di Alas Purwo, di serbu pengunjung dari berbagai daerah, mulai dari Banyuwangi sendiri, Jember. Situbondo, Jombang dan kabupaten lainnya.
Taman Nasional Alas Purwo adalah sebuah taman nasional yang terletak di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tempat tersebut di malam 1 Suro sejak jaman dahulu menjadi tempat yang diyakini sakral terhadap kepercayaan tertentu, dan juga jujukan para petapa dari segala penjuru nusantara.
Pengunjung di Alas Purwo sembari bermeditasi juga dapat berwisata karena indahnya panorama pantai.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Ritual Adat Keboan Aliyan Banyuwangi Yang Diselenggarakan Tiap bulan Suro
Ketika dibuka dan pengunjung diperbolehkan kembali datang, pengunjung berprilaku kurang baik mereka meninggal sampah dari bungkus makanan dan minuman yang dibawa saat menginap.
Kepala Seksi Penglolah wilayah 1 Balai Taman Nasional Alas Purwo Probo Wresniaji, menyayangkan prilaku pengunjung yang meninggalkan sampah tersebut, mulai dari sampah plastik bungkus makanan dan minuman hingga sampah organik sisa makanan yang dibawa dari luar Alas Purwo.
“Kami sayangkan prilaku pengunjung mereka membuang sampah ditempat yang tidak seharusnya, mereka membuang sampah disekitaran lokasi hutan lindung,” keluh Probo Wresniaji.
Baca Juga: Tradisi Bulan Suro, Begini Makna Ritual Petik Laut Banyuwangi yang Dipercaya Sangat Sakral
Terlihat Sampah menumpuk di 4 (empat) titik lokasi di tempat pengunjung berkumpul untuk bermeditasi. Lokasi itu Pantai Pancur, Pantai Trianggul asri, Pantai Parang Ireng dan Goa Istana
Empat lokasi itu merupakan titik berkumpulnya pengunjung untuk melakukan meditasi pada awal bulan Suro yakni pada tanggal 29 sampai 31 Agustus. Bagi pengunjung Alas Purwo diberi kesempatan 2 hari, 24 jam.