Bangkai Paus Sperma di Perairan Banyuwangi Akan Dipotong-potong Lalu Ditanam ke Tempat Penampungan

photo author
Nurul Yakin, Story Jatim
- Selasa, 2 Agustus 2022 | 13:53 WIB
Petugas siapkan skenario evakuasi bangkai Paus Sperma yang terdampar di Perairan Banyuwangi, Selasa, 2 Agustus 2022.  (Nurul Yakin/Storyjatim.com)
Petugas siapkan skenario evakuasi bangkai Paus Sperma yang terdampar di Perairan Banyuwangi, Selasa, 2 Agustus 2022. (Nurul Yakin/Storyjatim.com)

Storyjatim.com - Ikan Paus Sperma yang terdampar di Perairan Banyuwangi, Senin, 1 Agustus 2022, kemarin akhirnya mati. Petugas gabungan menyiapkan langkah untuk mengevakuasi bangkai paus tersebut.

Dikatakan Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Mahsyur Ade, ada beberapa skenario yang disiapkan tim gabungan mulai Satpolairud, TNI AL, BPBD dan Basarnas, untuk evakuasi bangkai Paus Sperma.

Kompol Ade menyebut, langkah awal bangkai Paus Sperma diprediksi seberat 15 ton itu akan dievakuasi terlebih dahulu ke daratan. Barulah dibawa ke tempat penampungan sampah.

"Setelah evakuasi ke darat, akan kita potong-potong, lalu kemudian ditanam di tempat pembuangan sampah," ucap Ade, Selasa, 2 Agustus 2022.

Baca Juga: Terjebak Laut Surut, Paus Sperma Terdampar di Perairan Banyuwangi Akhirnya Mati

Ade melanjutkan, setelah dipotong-potong, bangkai Paus Sperma itu akan diangkut menggunakan dump truk, selanjutnya dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) di Kelurahan Kertosari, Banyuwangi. 

"Setelah dipotong akan dibawa menggunakan dump truk ke TPA. Pemotongan akan dilakukan tim BPBD," jelasnya.

Ade menyebut, penanganan bangkai Paus Sperma yang terdampar di Perairan Pantai Bulusan, Kecamatan Kalipuro Banyuwangi, itu akan dilakukan sesegera mungkin

"Kami, tim gabungan siap membantu proses evakuasi. Jangan sampai bangkai Paus Sperma ini mengganggu lingkungan setempat," tandasnya. 

Sebelumnya Petugas Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Kelautan Bali, Wilayah Kerja Banyuwangi, Bayu Dwi Handoko mengatakan habitat asli dari Paus Sperma adalah di wilayah arktik. 

Baca Juga: Tiba di Kampung Halaman, Kedatangan Jemaah Haji Banyuwangi Disambut Tangis Haru Keluarga

Alasan mengapa Paus Sperma ini lepas dari jalur diduga karena sensor navigasi pada paus ini rusak.

"Paus kan memiliki sensor pada tubuhnya nah diduga itu rusak sehingga keluar jalur dan nyasar. Perihal sakit dan lain sebagainya itu masih perlu dicek secara medis," ujarnya.

Ketika paus mati, ada prosedur yang umum dilakukan. Opsi yang dilakukan adalah mengubur, membakar atau menenggelamkan bangkai paus tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nurul Yakin

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X