Banyuwangi Masifkan Vaksinasi Ternak, Tekan PMK Agar Tidak Mengganas

photo author
Nurul Yakin, Story Jatim
- Selasa, 2 Agustus 2022 | 13:03 WIB
Vaksinasi hewan ternak di Banyuwangi terus dikebut. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Vaksinasi hewan ternak di Banyuwangi terus dikebut. (Humas Pemkab Banyuwangi)

Storyjatim.com - Penanganan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) terus dilakukan Pemkab Banyuwangi, dengan memasifkan vaksinasi tahap II (revaksinasi) pada hewan ternak sapi. Saat ini, lebih dari 3.000 sapi telah mendapatkan vaksinasi tahap II. 

Pemkab Banyuwangi menerima 15.800 dosis vaksin dari Pemprov Jatim. Sebanyak 5.800 dosis digunakan untuk pelaksanaan revaksinasi. Selebihnya digunakan untuk perluasan cakupan vaksinasi. 

“Terima kasih kepada pemerintah dan Pemprov yang terus mendukung daerah untuk percepatan penanganan kasus PMK. Kami ucapkan terima kasih juga pada para petugas kesehatan hewan, para relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas yang bekerja keras menangani kasus PMK ini agar bisa ssgera tertangani," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani

Baca Juga: Terjebak Laut Surut, Paus Sperma Terdampar di Perairan Banyuwangi Akhirnya Mati

Sebelumnya, vaksinasi tahap I telah dilakukan pada 5.773 ternak dari total target sasaran sebanyak 5.800 ternak. Jumlah tersebut menyesuaikan dengan jatah vaksin yang diterima pemkab di tahap pertama.

Setelah interval empat minggu, pemkab kini memasifkan revaksinasi pada 5.800 dosis sesuai target sasaran awal. Revaksinasi dilaksanakan di 25 kecamatan sejak 29 Juli hingga dua minggu ke depan. Kegiatan ini melibatkan petugas veteriner hingga aparatur desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Sejak kasus PMK ada di Banyuwangi kami terus melakukan upaya dalam penanganan. Surveilans terus  dilakukan dan penanganan terhadap sapi sakit kita lakukan secara intensif. Selain pemberian vaksinasi kami juga berikan vitamin pada hewan ternak. Karantina juga kita lakukan sebagai upaya antisipasi penularan PMK," kata Ipuk.

Baca Juga: Inilah 5 Fakta Unik Paus Sperma hingga Dijuluki Hewan dengan Suara Terbising di Dunia

Ditambahkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto, menjelaskan pemkab menerima 15. 800 dosis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.800 dosis untuk revaksinasi, sisanya yang 10.000 dosis untuk perluasan vaksinasi.

“Sasarannya, semua ternak yang belum pernah mendapatkan vaksin PMK. Utamanya sapi dan kerbau. Baru berikutnya kambing, domba, dan babi,” papar Nanang.

Nanang mengatakan, semua ternak yang divaksin telah didata berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) nama pemilik ternak. "Para pemilik ternak juga harus memiliki aplikasi ISIKNAS (Informasi Sistem Kesehatan Hewan Nasional) pada smartphone pemilik ternak yang fungsinya seperti aplikasi Peduli Lindungi," kata Nanang.

Khusus pelaksanaan revaksinasi, setiap hari Nanang menargetkan bisa menjangkau 100 ternak di setiap kecamatan. Dosis revaksinasi terbanyak diberikan untuk Kecamatan Wongsorejo dan Kalipuro dengan total vaksin yang disiapkan mencapai 1.200 dosis.

Baca Juga: Pimpinan DPRD Banyuwangi Desak Bupati Segera Serahkan Draf KUA PPAS Tahun 2023

“Selain merupakan sentra ternak, dua kecamatan ini merupakan daerah perbatasan arus lalu lintas ternak. Sehingga pengamanannya harus diperkuat,” terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nurul Yakin

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X