Bersamaan itu, sejumlah petani yang yang telah kerasukan siap menjalani ritual Keboan. Mereka lalu berkeliling desa mengikuti empat penjuru mata angin. Saat berkeliling desa inilah, para Kebo-keboan itu bertingkah layaknya siklus cocok tanam, mulai dari membajak sawah, mengairi, hingga menabur benih padi.
Baca Juga: Menurut Primbon Jawa, 4 Weton Ini Akan Jadi Incaran Sengkolo di Malam 1 Suro
Tradisi ini tidak hanya sekedar ritual rutin saat bulan Suro, tapi juga menggambarkan semangat guyub dan gotong royong warga.
Sehingga tradisi keboan ini menjadi identitas dan ciri khas yang membedakan budaya Banyuwangi dengan daerah lainnya.