Mengganas! DBD Jangkit 293 Warga di Banyuwangi, 8 Orang Meninggal

photo author
Nurul Yakin, Story Jatim
- Jumat, 22 Juli 2022 | 11:49 WIB
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti, penyebab demam berdarah dengue (DBD). ((Pixabay))
Ilustrasi nyamuk Aedes Aegypti, penyebab demam berdarah dengue (DBD). ((Pixabay))

Storyjatim.com - Kasus demam berdarah dengue (DBD) mengganas di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat, terhitung Januari - Juli 2022, sebanyak 293 warga terjangkit. Jumlah kematian sebanyak 8 orang.

Angka DBD di Banyuwangi meningkat tajam jika dibandingkan tahun 2021. Sepanjang tahun sebelumnya, angka DBD hanya menjangkit 92 orang.

Plt Kadis Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat mengatakan, kasus DBD di wilayah ini merupakan tertinggi kedua di Jatim. Dikarenakan ada peningkatan kasus yang signifikan.

Baca Juga: Tanamkan Kerohanian Sejak Dini SDN 1 Benelan Kidul Banyuwangi Rutin Baca Asmaul Husna Setiap Jumat Pagi

"Faktor penyebabnya adalah pancaroba dengan intensitas hujan yang cenderung masih tinggi. Sehingga tempat penampungan air pada saat hujan itu, menjadi suhu yang optimum untuk perkembangan nyamuk Aedes Aegypti, penyebab DBD," jelas Amir, Jumat (22/7/2022).

Selain itu, lanjutnya, tingkat kesadaran masyarakat cenderung berkurang dalam mencegah BDB. Sehingga perlu peningkatan pola hidup sehat guna menghindari penyakit yang bisa merenggut nyawa manusia itu.

"Paling banyak warga yang terjangkit di wilayah perkotaan, namun juga hampir seluruh di Banyuwangi didapatkan kasus ini. Jadi perlu peningkatan kesadaran, karena ini soal pencegahan," pintanya.

Baca Juga: Pakar Hukum Pidana : Kasus Brigadir J Murni Persoalan Oknum Polisi, Bukan Polri Secara Institusi

Dinkes berharap warga tidak hanya mengandalkan fogging sebagai langkah untuk memberantas DBD. Masyarakat harus membiasakan hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan.

"Perlu diketahui fogging itu yang disemprotkan adalah insektisida, ada kandungan racun yang hanya membunuh nyamuk dewasa. Jadi tidak hanya berisiko ke binatang tapi juga manusia," terang Amir.

Menurutnya langkah yang paling tepat adalah pencegahan dengan cara 3M, yakni menguras, mengubur dan membuang barang bekas yang dimungkinkan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.

Baca Juga: Netizen Sebut Sule Mudah Tersinggung, Kawan Mainya Lebih Hati Hati Saat Melawak

Pihaknya juga telah melakukan upaya preventif dalam pengendalian DBD ini. Yakni melalui program Gertak PSN (Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk).


"Semua pihak dan masyarakat meningkatkan Gertak PSN. Ini dilakukan setiap hari Jumat, guna mengurangi perkembangbiakan nyamuk," tandasnya. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nurul Yakin

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X