BANYUWANGI STORYJATIM.COM – Di acara “Doa dan Sholawat bersama Abdulah Azwar Anas, M.Si, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) di lingkungan Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan Banyuwangi pada 17 September 2022, Abdullah Azwar Anas hadir dan mengungkapkan rahasia di balik kesuksesan karirnya selama ini.
Di depan para santri Mabadi’ul Ihsan dan para Kyai se-Banyuwangi, Azwar Anas menjelaskan rahasia sukses ini dengan sangat jelas. Selain kerja keras dan usaha yang maksimal, serta dibarengi dengan ribuan doa, ada beberapa rahasia lain yang menurutnya meringankan beban tugas yang ia emban selama ini.
Baca Juga: Bagaimana Menjaga Hati Menurut Ajaran Islam?
Rahasia ini merupakan wasiat dari sang abah yang tidak pernah ia tinggalkan. “Pesan abah saya itu ada tiga. Nomor satu, jangan lupa sholat jamaah. Maka, hal itu selalu saya kerjakan. Ajudan saya selalu saya minta jamaah di ruangan saya bekerja. Maka, tidak pernah tidak, saya selalu berjamaah selama tidak terlalu berat. Yang kedua, sedekah, dan yang ketiga sholawat. Itulah yang mungkin mendorong pencapaian saya selama ini. Jadi tidak semata-mata kerja keras,” ucap Azwar Anas.
Dengan bekal wasiat itu, Azwar Anas merasa banyak mendapatkan kemudahan dan keberkahan hidup. Hasilnya banyak prestasi yang bisa ia raih. Baik selama menjabat menjadi Bupati Banyuwangi, Kepala LKPP maupun jabatan publik lainnya.
“Yang semula hanya bisa menghasilkan 52 ribu produk, target presiden menjadi sejuta produk. Ini seperti tidak mungkin. Namun alhamdulillah, pada tanggal 5 September 2022, saya sudah mencapai target 1 juta 70 ribu produk. Berkat kerja siang malam kerja teman-teman dari daerah dan semuanya,” ungkap Azwar Anas.
Berkat kesuksesannya menjadi ketua LKPP yang mampu mencapai target 1 juta produk tayang katalog elektronik hanya dalam waktu 8 bulan, Abdullah Azwar Anas mendapatkan amanah baru menjadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) menggantikan Tjahjo Kumolo yang sudah berpulang.
Baca Juga: Khutbah Jumat Terpopuler Kaum Liberal Perusak Fitrah
Menurut Anas, jabatan sebagai Menteri PAN-RB bukanlah tugas yang mudah. Karena banyak tantangan yang harus dihadapi. Ia menceritakan salah satu tantangan yang harus dihadapinya selama menjabat sebagai Menteri PAN-RB.
“Ternyata, kurangnya bukan hanya kurang ASN. Bukan hanya jumlah PNS-nya saja yang kurang. Problemnya yang saya catat juga penyebaran ASN. Saya sudah lihat petanya kemarin. Ini lho petanya. Setiap tahun formasi di Maluku, Papua, itu ada semua. Tapi 2 tahun kemudian hilang semua. Pindah ke Jawa semua,” ungkap Anas.