Menurut Probo, pengunjung seharusnya bisa menjaga kebersihan lingkungan.
”Pengunjung harusnya bijak dan peduli terhadap kelestarian hutan, bukannya justru mencemari dan seolah tidak peduli pada lingkungan,” kata Probo.
Kebanyakan pengunjung datang ke Alas Purwo pada awal bulan Suro bertujuan bermeditasi menenangkan diri.
Probo berharap untuk tahun berikutnya masyarakat yang datang ke Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi ikut menjaga kelestarian hutan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
“ Semoga ke depan pengunjung bisa lebih bijak, lebih smart dan lebih peduli terhadap lingkungan.” Tambahnya.
Diketahui dari empat lokasi itu terkumpul sampah plastik dan organik seberat 202,5 kilogram. Dari catatan penglola, total pengunjung yang datang mulai tanggal 29 sampai 1 Agustus mencapai 5.233 orang.
Perlu diketahui, mulai tanggal 2 Agustus pelayanan di Taman Nasional Alas Purwo Kembali normal seperti semula, jam buka loket pelayanan pengunjung mulai pukul 08.00-16.00 wib. Bagi Pengunjung yang akan melaksanakan ritual / meditasi di empat lokasi seperti Pantai Pancur, Pantai Trianggul asri, Pantai Parang Ireng dan Goa Istana dilarang bermalam.