daerah

Ada Festival Kucur di Banyuwangi, Yuk Intip Keunikannya

Selasa, 26 Juli 2022 | 20:39 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melihat Festival Kucur, Selasa 26 Juli 2022 di RTH Blambangan. (Nurul Yakin/Storyjatim.com)

Storyjatim.com - Selain terkenal akan budaya dan pariwisatanya. Banyuwangi juga memiliki beragam jajanan tradisional khas Bumi Blambangan ini.

Salah satu jajanan tradisional khas Banyuwangi adalah kucur. Jajanan satu ini biasanya disajikan pada saat acara adat maupun hajatan khususnya masyarakat Using (suku asli Banyuwangi).

Guna menjaga pelestarian jajanan tradisional. Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Kucur. Festival unik ini digelar di RTH Blambangan, Selasa 26 Juli 2022.

Baca Juga: Langkah Konkret Banyuwangi Pertahankan Status Kabupaten Layak Anak, Dibalik Maraknya Kasus Kekerasan Seksual

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani ternyata ikut andil di tengah-tengah Festival Kucur ini. Kata Ipuk, festival ini digelar untuk melihat kreasi masyarakat Banyuwangi dalam pembuatan kue berbahan tepung terigu dan tepung beras itu.

“Biasanya kucur itu kan hanya pakai gula gitu aja. Jadi kita ingin melihat, kreasi dari masyarakat," tutur Bupati Ipuk saat menghadiri Festival Kucur ini.

Uniknya, ada berbagai varian kucur yang ditampilkan. Mulai sisi pewarnaan bahkan nama dari kucur itu pun sungguh unik, salah satunya rainbow kucur.

Baca Juga: Nasib Pilu Gadis di Banyuwangi, Digilir Tiga Lelaki, Ditelantarkan Usai Dinikahi, Begini Kronologinya

Rainbow kucur merupakan karya yang diciptakan peserta dari perwakilan SMK Sritanjung. Sesuai namanya, kucurnya berwarna-warni.  Pewarna yang digunakan seluruhnya berasal dari alam. Sehingga selain, enak dan menarik, rainbow kucur juga aman dari sisi kesehatan.

Selain rainbow kucur juga ada kucur merah putih, kucur pandan wangi, squid ink yaitu kucur dengan pewarna dari ikan cumi. Ada juga kucur dari bahan red velvet, hijau dari pandan, espresso, dan kucur berbahan kopi hingga kayu manis.

Kata Bupati Ipuk, kucur itu merupakan kue tradisional yang selalu ada dalam acara adat, acara nikahan, acara sunatan. Namun kali ini ditampilkan di acara festival, tak hanya mengajak masyarakat menjaga dan melestarikan produk tradisional daerah, namun juga ini bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga: 3 Pantangan Malam 1 Suro Yang Tidak Boleh Dilanggar Menurut Orang Jawa

"Tidak hanya sekedar kucur, tapi kucur naik kelas,” tegas orang nomor satu di Kabupaten Banyuwangi, ini.

Sementara salah satu peserta pembuat rainbow kucur, Julia Rizky Khoirunisa, pewarna kucur 100 persen dari alam. Untuk warna merah diambil dari sari strawberry. Warna kuning dari sari buah mangga, warna toska dari sari bunga telang dan warna hijau dari sari pandan.

Halaman:

Tags

Terkini