Menurutnya, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya, rencana inventarisasi agar distribusi tidak salah sasaran.
"Sehingga perlu ditertibkan kembali agar ini benar-benar tepat sasaran. Dalam hal ini orang membutuhkan dan kurang lampu. Karena gas elpiji ini disubsidi pemerintah," cetusnya.
Selain itu, faktor lain seperti pertumbuhan UMKM juga berpengaruh terhadap tingginya permintaan gas elpiji. Ditambah di Bulan Suro, acara hajatan yang mulai padat.
Seiring tingginya permintaan, lanjut Mujiono, kedepan pihaknya akan meminta tambahan kuota gas elpiji ke Pertamina.
Sedangkan untuk mengantisipasi kelangkaan tidak berkepanjangan, Mujiono meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah untuk turun mencari benang kusutnya.
"Ini harus dievaluasi. Jika memang ada pelanggaran di lapangan harus ada sanksi," tukasnya. (*)