Storyjatim.com - Kembali terjadi warga Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi kesurupan arwah leluhur (17/7/2023) petang.
Warga yang kesurupan tersebut memdatangi kediaman kepala Desa Aliyan Anton Sujarwo, tujuanya hendak menyampaikan suatu hal yang belum dilakukan jelang ritual adat Keboan Aliyan.
Tak hanya Kepala Desa yang hendak temui, namun juga ingin menemui seorang tokoh agama atau juru kunci suatu tempat untuk meminta acara lebih meriah dan meminta untuk dibuatkan sesuatu jelang ritual adat Keboan Aliyan.
Baca Juga: Jelang Bulan Suro, Berikut 5 Ritual Adat Di Jawa Timur Warisan Leluhur Yang Tak Pernah Ditinggalkan
"Welas ambek pak Lurah, aku kepingin ketemu pak Lurah lan pak Mudin, aku mari melaku, enek siji seng gorong di laksanakno, (sayang sama pak Kades, saya ingin ketemu dengan pak Kades dan Juru Kunci, saya habis berjalan keliling, ada satu yang belum di laksanakan)," Kata Salihin warga yang kerasukan roh leluhur (mbah Wongso Kenongo).
Tak lama kemudian seorang juru kunci (Mudin) mendatangi kediaman Kades di sebuah pendopo, setelah berinteraksi warga yang kesurupan tersebut langsung meminta sesuatu kepada pak mudin.
"Pak mudin, aku arep ngomong ambek pak mudin, kabeh wes dilaksanakno, neng nggonku urong di laksanakno, opo nyempelehne aku ta pak mudin, Lawang Kori, (pak mudin, saya mau bicara sama pak mudin, semua sudah dilaksanakan, di tempat saya belum dilaksanakan, apa menyepelehkan saya, saya Mbah Wongso Kenongo, Gapura Pintu masuk ke makam)," Pintanya dengan bahasa Jawa.
Menurut roh leluhur Mbah Wongso Kenongo melalui mediator Salihin semua persyaratan sudah dilakukan untuk jelan Keboan Aliyan yang akan dilaksanakan Minggu 23 Juli 2023 nantik.
Namun gapura pintu masuk makam Mbah Wongso Kenongo (Lawang Kori) belum di kerjakan, hal itu membuat leluhur setempat ingin meminta kepada warga Cempoko Sari Aliyan untuk segera dibuatkan sebelum acara di mulai.
Baca Juga: Jelang Ritual Adat Keboan Aliyan, Puluhan Warga di Banyuwangi Kesurupan Mirip Kerbau
Kepala Desa Aliyan Anton Sujarwo mengatakan acara tradisi adat Keboan ini akan dilaksanakan secara meriah dengan bebebrapa hiburan warga di malam atau hari sebelum hari Minggu
"Semua akan dilaksanakan secara meriah, karena selain ini sudah menjadi tradisi dan adat setempat, juga menjadi suatu atraksi Wisata yang dapat di saksikan oleh umum, Banyuwangi kaya dengan budaya dan adat, semoga Banyuwangi, khususnya Aliyan bisa lebih maju lagi dengan melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal," Tukasnya.
Anton berharap dengan dilaksanakanya ada Keboan ini masyarakatnya menjadi lebih makmur dan rukun saling gotong royong.