Peringatan HLH tahun ini mengusung tema “Beat Plastic Pollution”. Sampah plastik menjadi masalah yang serius di seluruh dunia. Tercatat sampah plastik dari Indonesia ke lautan mencapai 5,4 juta metrik ton setiap tahunnya.
Indonesia termasuk penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia.
Lebih dari itu, sampah plastik membutuhkan waktu hingga ratusan tahun agar bisa terurai secara alami. Sampah plastik di lautan bisa merusak biota yang ada di dalamnya.
“Kami ingin menjadikan hari ini sebagai pengingat dan penggugah kesadaran kita untuk berbuat baik bagi bumi dengan mengurangi sampah plastik yang mengotorinya,” ucap Kieran.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi Dwi Handayani, S.T., M.Si. mengapresiasi kegiatan penanaman mangrove dan bersih pantai Parang Kursi ini.
Permasalahan sampah plastik hanya bisa diatasi apabila ada komitmen bersama untuk mengatasinya.
"Apabila pemerintah saja yang mengatasi tidak akan mampu," katanya.
Sampah anorganik apabila dikelola bisa bernilai ekonomi. Dwi Handayani mencontohkan apa yang dilakukan oleh para pengelola sampah di Tembokrejo dan Tambakberas, Muncar, Banyuwangi.