Disatu sisi bila tidak impor pabrik otomatis stop produksi. Karyawan akan menganggur. Kerugian juga akan lebih besar.
"Harga lokal sekitar Rp 10 ribu sementara impor Rp 12 ribu. Kadang-kadang rugi. Karena kami tidak bisa serta merta menaikkan harga jual," ujarnya.