Sekarang, musimnya ikan bermigrasi ke laut India. Disana cuaca tengah membaik sehingga sangat menguntungkan bagi nelayan yang ada disana.
Baca Juga: Biaya PTSL Rp 150 Ribu Untuk Apa? Ternyata Ini Rinciannya, Laporkan Jika Tidak Sesuai
"Karena kondisi di Selat Bali yang sudah crowdit. Menurut beberapa penelitian karena memang sudah tercemar. Biasanya di jarak 12 mil itu mudah ditemui sekarang ini sulit," ujar Alief.
Ditanyai prosentase impor ikan, Alief mengaku tidak mengetahui pasti. "Kami tidak punya data konkretnya ada di perdagangan. Kami hanya dapat informasi dari nelayan," pungkasnya.
Sementara itu, Owner Pengalengan Ikan Pasific Harvest, Aminoto membenarkan adanya trend impor tersebut.
Menurutnya hal ini karena tangkapan ikan lokal tidak mampu mencukupi kebutuhan produksi.
"Impornya 10-20 persen. Ikan yang diimpor jenis lemuru," kata Aminoto.
Sebetulnya, lanjut Aminoto, kondisi ini juga memberatkan bagi pelaku usaha. Harga impor lebih mahal, sementara penjualan produk tidak bisa dinaikkan.
Artikel Terkait
Misteri Gunung Merapi Masih Kental Dipercaya Masyarakat, Ternyata Sebelum Erupsi Berikan Tanda Tanda Ini
Antusias Gotong Royong Peserta Senam SICITA di Singojuruh, Begini Pesan Bacaleg Dapil VII Fraksi PDIP
Sindir Wong Pusat Gara-gara Jalan Rusak, Aksi Teatrikal Warga Daerah Ini Viral di Media Sosial
Pabrik Jamu Ilegal Banyuwangi Di Gerebek BPOM, Petugas Temukan Kandungan Ini, Bahaya Bagi Tubuh
Diduga Lecehkan Perawat, Seorang Oknum Polisi Diamankan Propam