Ada sedikit perbedaan pada angkatan kedua ini, sebelum mengikuti materi utama, para peserta diwajibkan untuk mengikuti pelatihan bina mental dan fisik (bintalsik) di Pusat Latihan Tempur Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon.
Setelah bintalsik peserta mengikuti materi pengenalan dan pengoperasian alat berat ADT dengan simulator, sebelum mengendalikan ADT yang sesungguhnya.
Usai memegang simulator peserta akan mengoperasikan secara langsung ADT CAT 745, truk angkutan artikulasi berkapasitas 41 ton.
Dengan ukuran yang cukup besar dan susah untuk di operasikan, namun PT BSI akhirnya berhasil melatih perempuan-perempuan lingkar tambang yang awalnya tidak memiliki pengalaman alat berat hingga menjadi operator.
Jumlah peserta Female Green Operator tahun ini meningkat di bandingkan dengan angkatan pertama yang hanya tiga orang. Setelah peserta tahun ini lulus, BSI akan memiliki 12 operator perempuan dari daerah lingkar tambang.
Peningkatan ini sejalan dengan komitmen PT BSI untuk memberikan peluang kerja kepada perempuan lingkar tambang.
Menurut Widhi, operator perempuan dari angkatan pertama sangat kompeten. Mereka cepat beradaptasi dan tak kalah dengan pekerja lama yang lingkunganya semuanya laki-laki.
“Tidak ada beda antara operator laki-laki dan perempuan, semua sama Yang terpenting, mereka teliti, rajin, dan mempunyai sikap yang baik.” Katanya.
Artikel Terkait
Tak Pernah Ada Hentinya Berikan Manfaat, PT BSI Gelontorkan Ratusan Paket Sembako Ke Masyarakat Jelang Lebaran
Dorong Pembangunan Dan Perekonomian Masyarakat, Kades Se Pesanggaran Dukung Penuh Investasi PT BSI
Berbeda Dengan Tahun Sebelumnya, PT BSI Peringati Hari Buruh di Tahun 2023 Dengan Merjaut Bersama Pekerja
PT BSI Berikan Manfaat Rehab Musholah Di Kecamatan Pesanggaran Melalui Program CSR
Wow.! Kelompok Budidaya Magot Besutan PT BSI Semakin Berkembang, PEGA Diminta Tularkan Ilmu Di Negeri Seberang