Storyjatim.com - Tingkatkan kualitas pelayanan, RSUD Genteng berencana akan melakukan pengadaan Computed Tomografi Scan (CT Scan) tahun ini. Rencana pengadaan alat kesehatan untuk fasilitas Radiologi di Badan Layanan Umum Daerah itu sekaligus menjawab tantangan di tengah berkembangnya teknologi pada dunia medis.
"Sekaligus untuk melengkapi fasilitas kesehatan yang sebelumnya belum kami miliki. Agar pasien yang memerlukan tindakan CT Scan dapat dilayani, tanpa harus dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas CT Scan," ujar Direktur RSUD Genteng, dr Hj Siti Asiyah Anggraini MMRS kepada Storyjatim, Minggu (7/5/2023).
Baca Juga: Nelayan Pingsan di Kamar Mesin Kapal Slerek Dinyatakan Meninggal di RSUD Blambangan Banyuwangi
Keputusan tersebut, kata dr Asiyah, tidak dilakukan secara serta merta begitu saja. "Karena peningkatan fasilitas RSUD Genteng dilakukan melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Oppurtunities, and Threats) dari analisis ini kemudian dapat dilakukan berbagai perbaikan," imbuhnya.
Diketahui, pemeriksaan melalui CT Scan dapat membantu dokter untuk memperoleh diagnosis serta mendeteksi lokasi penyakit pada pasien. Selain itu, penggunaan CT Scan juga dapat dimanfaatkan sebagai langkah preventif bagi pasien yang memiliki risiko tinggi terhadap suatu penyakit.
Sementara itu, RSUD Genteng nantinya bakal menyusul beberapa rumah sakit di Banyuwangi yang telah memiliki fasilitas CT Scan. Seperti RSUD Blambangan, RS Alhuda, dan RS Yasmin.
Baca Juga: Miris, Dokter Umum di Indonesia Hanya Terima Seribu Perak per Pasien dari BPJS Kesehatan
Sebelumnya, sepanjang tahun 2022 RSUD Genteng juga telah membuka layanan baru, seperti Poli Nyeri, Poli Akupuntur, dan Laboratorium Mikrobiologi Klinik.
"Hal itu seiring dengan semboyan RSUD Genteng. Kepuasan pasien adalah harapan kami," tutup Direktur RSUD Genteng yang baru saja menerima penghargaan sebagai rumah sakit dengan pelayanan kreatif pada ajang Sunrise of Java Award 2022 itu.
Artikel Terkait
AMC Group Sidoarjo Siap Membuka 5 Klinik dan 1 Rumah sakit Guna Perluas Layanan
Dokter Dan Nakes Serentak Tolak Omnibuslaw Kesehatan, Dinilai Pemicu Datangnya Oligarki
Klarifikasi, Tiga Tenaga Kesehatan Puskesmas Bikin Video Perbedaan Pasien Umum dan BPJS, Netizen Minta Pecat
Miris, Dokter Umum di Indonesia Hanya Terima Seribu Perak per Pasien dari BPJS Kesehatan