Rudianto melihat Banyuwangi sebagai kabupaten yang memiliki garis pantai paling panjang di pulau Jawa menghadapai tantangan dampak perubahan iklim yang begitu nyata. Salah satunya meningkatnya permukaan air laut. Dia pun mengajak semua pihak untuk memitigasi kondisi tersebut. Menurutnya, transplantasi terumbu karang merupakan salah satu langkah mitigasi dampak perubahan iklim.
“Transplantasi terumbu karang bukan sekadar menanam karang tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan sumber daya laut sehingga membuat kesejahteraan bagi para nelayan di kabupaten Banyuwangi,” tuturnya.
Tantangan perubahan iklim, lanjut Rudi, hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi dari semua pihak, pemerintah, perusahaan, akademisi, komunitas dan masyarakat, hingga media. Tentunya yang mau berjalan bersama mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui aksi nyata di lapangan.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi menjadi awal dari pemeliharaan, monitoring, dan pengembangan konservasi laut sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang dan generasi di masa depan,” tandasnya. (*)
Artikel Terkait
GMNI Banyuwangi Tutup Bulan Bung Karno 2026 dengan Napak Tilas dan Nobar Battle of Surabaya
Pengakuan Mantan Asisten Artis di Podcast Jejak Backpacker Viral, Fitri Klaim Bosnya Rutin Ritual ke Gunung Kawi hingga Takut Jadi Korban Berikutnya
Perkuat Pengawasan Pemilu, Bawaslu Banyuwangi Teken Kerjasama Dengan Untag Banyuwangi
PT Merdeka Copper Gold Peringatkan Masyarakat Waspadai Penipuan Rekrutmen Berkedok Lowongan Kerja
Keliling Pasar Banyuwangi, Wapres Gibran: Bagus, Semoga Tambah Ramai