Storyjatim.com - Muncar terkenal menjadi salah satu daerah penghasil semangka terbesar di Kabupaten Banyuwangi selain Srono, Tegaldlimo dan Wongsorejo. Namun, tingkat produksi pada panen kali ini sedikit menurun, hal itu karena dipengaruhi cuaca. Musim penghujan dianggap memiliki andil terhadap angka produksi semangka, lantaran berimbas pada kesehatan tanaman dan ukuran buah.
Seperti yang dituturkan oleh salah satu petani semangka, Asrori Munandar. Menurutnya panen saat musim panas berdampak pada pertumbuhan tanaman, "Sehingga pertumbuhan buah semangka dapat dimaksimalkan. Memasuki musim penghujan seperti ini hasil panen buah semangka relatif lebih kecil akhirnya bobot keseluruhan yang didapat menurun dari biasanya," jelas pemuda asal Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar itu.
Baca Juga: Gila..!!! Dapat Rp 16 Juta Perhari Hanya Jualan Es Semangka India, Pantes Sering Di Datangi Artis
Selain itu, kata Rori, sapaan karibnya, cuaca juga mempengaruhi harga pasaran semangka. "Saat ini semangka dibanderol seharga 7 ribu rupiah untuk grade A. Untuk grade selanjutnya selisih 500 rupiah," katanya.
Sementara itu, melansir data Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi tahun 2024 angka produksi semangka berada pada 20,428 ton. Hal itu sekaligus mendapuk Banyuwangi menjadi salah satu daerah penghasil buah semangka.
Artikel Terkait
Tips Sukses Diusia Muda, Ini Dia Sosok Rai Rafif Pengusaha Rental Mobil Mewah Di Bali
Ternyata Segini Harga Koin Kuno Di Bank Langsung Dibayar, Kolektor Minggir Dulu
Pemuda 23 Tahun Ini Jadi Jutawan, Hanya Dengan Ide Jualan Dakoci Omset Hingga RP 6 Juta Perhari
Wujudkan Ekraf Semakin Berdaya Saing, Menekraf Fokus Empat Klaster Unggulan di 2025