KPU Banyuwangi Terjun Langsung Ke Desa-Desa Guna Pastikan Tahapan Coklit Dilakukan Dengan Benar

photo author
Abdul Konik, Story Jatim
- Kamis, 11 Juli 2024 | 16:40 WIB
KPU Banyuwangi Pantau Turun Langsung Ke Rumah Warg Guna Memastikan Proses Coklit Benar
KPU Banyuwangi Pantau Turun Langsung Ke Rumah Warg Guna Memastikan Proses Coklit Benar

Banyuwangi, Storyjatim.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi melakukan evaluasi proses Coklit untuk tahapan Pilkada 2024. Evaluasi dilakukan dengan turun langsung ke setiap desa di Kecamatan yang ada di Banyuwangi.

Setiap komisioner KPU Banyuwangi terlibat langsung dalam kegiatan pendataan yang dilakukan Pantarlih di rumah-rumah warga, Kamis (11/7/2024).

Ketua KPU Banyuwangi, Dian Purnawan menyatakan, evaluasi proses coklit ini dilakukan untuk memastikan tahapan pencocokan data pemilih berjalan dengan baik. Selain tepat, KPU memastikan coklit juga berlangsung cepat.

"Kita lakukan percepatan, juga memastikan ketepatan. Maka kami langsung ikut bersama Pantarlih ke rumah-rumah warga," kata Dian.

Baca Juga: Pemutakhiran Data Pemilih Terus Di Kebut KPU Banyuwangi Untuk Pilkada Serentak 2024

Dian mengatakan, monitoring dan evaluasi ini dilakukan secara maraton di seluruh desa. Ini penting dilakukan agar kerja Pantarlih bisa lebih efisien dan maksimal. Mengingat, di masing-masing wilayah tentunya setiap Pantarlih memiliki kendala yang berbeda-beda. Mulai dari lingkungan sosial, kondisi geografis, kondisi cuaca, hingga faktor X.

"Tantangannya berbeda-beda. Ada yang harus melintasi sungai, menaiki bukit dan sebagainya. Kami memastikan apapun tantangan itu harus terselesaikan dengan baik," katanya.

Di desa dengan kawasan hutan contohnya, ada sebuah perkampungan terpencil. Lokasinya pun cukup terpencil dengan akses jalan terjal berbatuan. Apabila hujan, bisa jadi jalanan sangat membahayakan karena licin.

Hanya motor dengan modifikasi khusus yang bisa menjangkau aksesnya. Sementara untuk mobil pabrikan, kemungkinan besar akan kesusahan melintas.

Secara geografis, perkampungan itu memiliki jarak terdekat dari keramaian kurang lebih sekitar 20 kilometer. Lingkungan sekitarnya benar-benar hutan. Bahkan sinyal ponsel pun tak bisa leluasa menyusup ke perkampungan tersebut.

"Ada Pantarlih yang bahkan harus jalan kaki untuk bisa sampai di salah satu rumah warga. Ini harus dilakukan karena akses jalan sempit dan berlumpur yang tak mungkin dilalui menggunakan kendaraan," kata Dian.

Baca Juga: Ketua APPM Laporkan Dugaan Penyerobotan Tanah Negara ke Polda Jatim, Tuntut SHM Dibatalkan

"Setiap kendala itulah yang harus dipantau dan diatasi dengan baik. PPK dan PPS harus sering-sering bertanya soal kendala di lapangan. Intinya adalah kordinasi dan komunikasi," imbuhnya.

Per hari ini, Dian mengatakan proses coklit hampir selesai 100 persen. Untuk mendapatkan data valid berdasarkan update terbaru, KPU Banyuwangi telah melantik sebanyak 5.134 petugas Pantarlih.

Menurut data laporan, banyak cakupan pemilih berdasarkan TPS yang sudah terdata. Baik itu pendataan pemilih lama, pemilih baru, perubahan muatan TPS dan lain sebagainya. Termasuk mencoret pemilih yang sudah tidak lagi memenuhi syarat. Seperti pemilih yang meninggal dunia, pemilih lama yang masuk jajaran TNI/Polri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Konik

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X