“Dalam rentang waktu sebulan, kita mampu memproduksi sekitar 10 ton pupuk organik,” cetus Sujiono.
Kemandirian pupuk tersebut laksana angin segar bagi para peternak kambing binaan PT BSI. Apalagi mayoritas mereka memang berlatar belakang petani buah naga.
“Sangat bermanfaat, mengingat pupuk bersubsidi, seperti NPK, urea dan Phonska saat ini terbatas hingga langka,” ujarnya. (*)
Artikel Terkait
Destinasi Wisata Pulau Merah Dinilai Darurat Keamanan, Dalam Waktu Dekat Dua Kasus Kriminal Terjadi Di Wisata Ternama Banyuwangi
Dua Tokoh Besar di Banyuwangi Bertemu, Akankah Berduet Dalam Pilbup 2024 Mendatang? Sosoknya Sangat Digandrungi Masyarakat
KPU Banyuwangi Melantik 125 Anggota PPK Se-Kabupaten, Begini Harapan Dwi Anggraini Kedepan
Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Sebut Kegiatan Blasting PT BSI Tak Menggangu Aktivitas Wisata Pulau Merah
Untuk Jaga Kebugaran Tubuh Pekerja PT BSI Banyuwangi Terapkan Empat Pilar Program Kesehatan
Bawaslu Banyuwangi Resmi Lantik 75 Anggota Panwascam Se-Kabupaten, Ini Tugas Pertama Yang Wajib Dilakukan