“Saat mau pulang sekelompok pemuda memakai knalpot brong dengan mbleyer-mbleyer (menggeber gas dengan keras) sepeda motornya itu,” cerita Abdul Gofur.
Pasca aksi geber-geber motor, datang segerombolan pemuda lain lari dari arah timur menuju ke tempatnya nongkrong. Diduga gerombolan itu tak terima karena adanya aksi tersebut.
Nahasnya, saat gerombolan itu tiba, pemuda yang menggeber sepeda motornya sudah melarikan diri dari tempat tersebut.
Seketika itu juga belasan pemuda itu menghajarnya dan Mufid dengan brutal.
“Mungkin mereka mengira anak yang mbleyer-mbleyer sepeda motor tadi saya dan teman saya,” paparnya.
Para pelaku memukul dengan menggunakan bata dan kayu.
“Bahkan, meski saat dihajar, saya sempat melihat keponakan saya sudah tergeletak tak berdaya. Tidak ada orang yang melerai atau menolong kami,” keluh Abdul Gofur.
Aksi brutal pengeroyokan itu, menurut Gofur, baru berhenti setelah dia dan Mufid tak berdaya.
Artikel Terkait
Kelas Keadaan Kosong, Siswa Kelas 6 SD di Banyuwangi Alami Perundungan, Korban Dilarikan Kerumah Sakit
Korban Amukan Sapi di Banyuwangi Segera Dioperasi, Pengurusan SPM Belum Juga Rampung
Pemuda Di Banyuwangi Deklarasi Bergabung Dalam Tim Pemenangan Muda Ganjar Mahfud, Program Ini Yang Jadi Prioritas Pemuda
Masa Kampanye Sudah Dimulai, KPU Banyuwangi Berikan Pesan Penting Ke Masyarakat, Simak Point Yang Harus Diketahui
Vina Nurya Aliza, Sosok Perempuan Tangguh Yang Pimpin Tim Pemenangan Muda Ganjar Mahfud Di Banyuwangi, Sepak Terjangnya Tak Diragukan Lagi