Sedangkan faktor Penyebabnya, dimana aksi perundungan itu yang terlibat siswa kelas 6, GL langsung di bawa ke Puskesmas terdekat untuk mengecek kesehatan korban.
"Setelah itu, pihak Sekolah sesuai dengan yang di sampaikan bahwa siap untuk bertanggung jawab atas kasus ini,"tambahnya.
Selanjutnya para wali murid yang terlibat di panggil untuk datang untuk mediasi, dan berupaya menyelesaikan secara musyawarah dan tidak sampai berlanjut ke ranah hukum.
Baca Juga: CEK FAKTA : PT BSI Buka Lowongan Pekerjaan Beredar Di Sosmed
"Semua wali murid saat forum mediasi sepakat di selesaikan secara kekeluargaan,"tuturnya.
Pihak sekolah menyampaikan, bermula ketika wali kelas ada dinas luar, sehingga para siswa tak ada yang menjaga. Dalam kondisi kelas kosong, para siswa mulai liar. Berawal dari cekcok kecil, lalu berbuntut pada perundungan. Korban awalnya dipukul, ditendang lalu diinjak.
"GL si korban oleh pihak Sekolah langsung di Bawa Ke Dokter mengecek ada yang luka atau tidak,"imbuhnya.
Dinsos memberikan himbauan dan Atensi kepada pihak sekolah agar tidak terulang kembali baik di SD Mojopanggung maupun Sekolah yang ada di semua sekolah di Banyuwangi.
Artikel Terkait
Kantongi Sertifikat Halal, UMKM Binaan PT BSI Di Banyuwangi Semakin Berkembang
Security Di Banyuwangi Luka Bagian Kepala Akibat Sabetan Clurit, Usai Tegur Komplotan Diduga Pencuri Kelapa, Pelaku Sempat Kabur Ke Bali
Dorong Kualitas Hidup Sehat, Amartha dan PMI Jember Gelar Donor Darah
Festival Raksa Rumyat Bentur Di Desa Kemiren, Banyuwangi
Sejarah Gandrung Banyuwangi Yang Sempat Termarjinalkan, Ternyata Tak Semudah Itu Menjadi Penari Gandrung, Begini Kisahnya