Banyuwangi, Storyjatim.com - Banyuwangi dikenal sebagai kabupaten yang mempunyai ciri khas tarian Gandrung, Gandrung sendiri lahir pada tahun 1700an adapun sejarah Gandrung sendiri awalnya digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama masyarakat suku Osing.
Sejarah Tari Gandrung Banyuwangi awalnya bertujuan bukan untuk kesenian, namun melainkan untuk mengamen, hasil dari ngamen tersebut bukan berupa uang, melainkan hasil bumi yang nantinya akan diberikan untuk gerilyawan, dan masyarakat suku osing.
Konon masyarakat Banyuwangi saat perang puputan Bayu Songgon banyak yang bersembunyi di wilayah-wilayah yang menurutnya aman, sehingga gandrung digunakan untuk alat berkoordinasi sesama saudara asli Osing.
Baca Juga: Festival Raksa Rumyat Bentur Di Desa Kemiren, Banyuwangi
Menurut penulis buku Isun Gandrung yang akrab dipanggil Budi Osing itu dari kebiasaan mengamen akhirnya Gandrung menjadi tradisi dan kebudayaan hingga saat ini.
"Adapun Gandrung yang namanya tersohor waktu itu pada tahun 1895an ada Gandrung yang diperankan laki laki, yakni Marsan, sedangkan di tahun yang sama Gandrung pertama perempuan diperankan oleh Semi," Katanya.
Bahkan masih menurut Budi Osing, jika ingin menjadi penari Gandrung di tahun itu sangatlah sulit, beberapa bulan harus melewati latihan yang cukup keras.
"Bahkan ketika sudah di anggap mahir dalam kesenian tari itu ada upacara sakral yang dinamakan meras Gandrung, yang di mana Mahkota Gandrung atau Omprok itu tidak boleh ada yang memegang kecuali pemilik nya," Sambung Budi.
Hingga pada tahun 1980an Gandrung mulai menampilkan di setiap hajatan yang ada di Banyuwangi untuk memeriahkan resepsi, hal tersebut dinamakan Gandrung Terob (Gandrung Tenda) dengan pagelaran penutup yakni Seblang Subuh, dimana saat pagelaran Seblang subuh tak sedikit penonton dibuat merinding dan menangis saat mendengar sinden mulai menyanyikan lagu lagu tertentu.
Artikel Terkait
Kantongi Sertifikat Halal, UMKM Binaan PT BSI Di Banyuwangi Semakin Berkembang
Security Di Banyuwangi Luka Bagian Kepala Akibat Sabetan Clurit, Usai Tegur Komplotan Diduga Pencuri Kelapa, Pelaku Sempat Kabur Ke Bali
Gempa Bumi Guncang Kabupaten Bandung, Disini Titik Koordinatnya, Wilayah Tetangga Terkena Dampak
Banyak Baliho Di Copot, Gambar Kaesang Membawa Boneka Justru Luput Dari Penertiban, Kenapa Ya..?
Jelang Pilpres 2024, Pemerintah Angkat 3 Juta Honorer Langsung Jadi ASN
Dorong Kualitas Hidup Sehat, Amartha dan PMI Jember Gelar Donor Darah