Storyjatim.com - Glenmore adalah sebuah kecamatan yang kental sejarah penjajahan Belanda, berbagai peninggalan penjajahan mulai dari rumah, bekas perkantoran hingga makanan khas yakni lontong campur.
Glenmore sendiri artinya perbukitan yang di ambil dari bahasa Skotlandia, nama tersebut asing di tanah Jawa, namun memiliki makanan khas perpaduan dari madura dan Jawa yakni lontong campur.
Makanan khas asli Glenmore lontong campur ini dikenalkan pertama kali oleh ibu Samsumi pada tahun 1950an.
Baca Juga: Destinasi Wisata Solo, Pura Mangkunegaran Berubah Drastis Setelah Revitalisasi
Ibu Samsumi sendiri menjual lontong cpur di pasar Glenmore, sedikit berbeda, dengan cita rasa yang penuh dengan rempah.
Makanan ini berbahan dasar lontong dengan mie putih di tambah dengan bumbu yang melimpah serta di baluri kuah kaldu daging sapi membuat cita rasa yang kaya dengan rempah.
Harganya pun cukup terjangkau hanya dengan Rp 10 ribu sudah dapat menikmati makanan khas Glenmore yang kaya dengan rempah rempah ini.
Hingga kini makanan khas Glenmore lontong campur masih di buru warga sekitar, di warung yang hanya berukuran 3x4 itu pun selalu ramai dikunjungi pembeli.
Yaa.. Ibu Ekowati, seorang perempuan pewaris resep lontong campur dari neneknya Ibu Samsumi, dalam sehari dapat menghabiskan 10-20 kg beras untuk pembuatan lontongnya.
Artikel Terkait
Sejarah Nama Glenmore Sepetak Eropa Di Tanah Jawa Banyuwangi
Resep Masakan Hari Natal Spesial Iga Bakar Saus Lada Hitam Yang Lezat Bikin Nagih
Buat Minuman Seger... Berikut Resep Masakan Cara Membuat Boba Sendiri Yang Lezat, Ternyata Bahanya Gampang
Resep Masakan Ala Jepang Jamur Enokikate, Pedas Dan Berkuah Bikin Ngiler
Suami Akan Bahagia Jika Istri Gunakan Resep Masakan Seblak Super Pedas Ini