2. Taman Nasional Alas Purwo
Taman Nasional Alas Purwo diyakini sebagai hutan pertama, atau hutan tertua. Tak ayal daya tariknya dianggap memiliki hawa magis tersendiri. Namun, hawa magis tersebut mungkin muncul dari lebatnya pepohonan yang menghadang polusi suara hingga membuat suasana sangat sepi.
Menyusuri pintu masuk, kamu akan disambut oleh rindangnya pohon mahoni di sepanjang jalan utama. Tidak jauh dari sana terdapat Situs Kawitan yang memiliki arti “tua” dalam bahasa Jawi Kawi. Megahnya candi Hindu tersebut bisa dijadikan sebagai spot berfoto yang menarik.
Apabila ingin melihat burung merak, rusa, dan banteng Jawa, kamu bisa lanjut ke padang savana Sadengan. Taman Nasional yang ditetapkan sebagai Geopark Nasional ini memiliki luas 44.037 hektar, serta dipenuhi oleh ratusan jenis flora dan fauna. Tepatnya 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil. TN Alas Purwo berlokasi di Kecamatan Tegaldlimo dan Kecamatan Purwoharjo.
Baca Juga: Uang 3 Miliar Dibuang Ke sungai, Pak Bagong Dianggap Gila Oleh Warga Klaten Lihat Hasil Akhirnya
Taman Nasional Alas Purwo memiliki kekayaan flora dan fauna yang beragam. Setidaknya ada 13 jenis bambu dan lebih dari 580 jenis tumbuhan yang terdiri dari rumput, semak, herba, dan pepohonan.
Beberapa jenis tanaman yang ada di sana di antaranya yaitu sawo kecik, bumbu manggong, ketapang, rumput, jati, mahoni, liana, kepuh, dan tumbuhan lainnya. Bahkan berbagai jenis mangrove juga mengisi susunan vegetasi di Taman Nasional Alas Purwo.
3. Pantai Pulau Merah
Apabila usai pandemi ingin berselancar, berkunjunglah ke Pantai Pulau Merah yang tidak terlalu banyak karang dan aman bagi pemula. Pantai yang berlokasi di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, memiliki daya tarik yang dapat mengundang wisatawan untuk surfing, karena Pantai Pulau Merah memiliki ombak dengan ketinggian sekitar 2 meter.
Untuk para pemain surf atau papan seluncur, spot pantai di Pulau Merah ini memang menjadi salah satu tujuan favorit dari berbagai negara yang memilih untuk menginap berhari-hari bahkan berminggu-minggu di lokasi pantai ini. Pantai Pulau Merah juga menjadi tempat dimana terselenggaranya event kompetisi surfing setiap tahunnya. Dan kompetisi ini diikuti oleh 20 negara di seluruh dunia.