lifestyle

Ngeri, Vape Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Kronis Jenis Ini

Rabu, 22 Februari 2023 | 14:00 WIB
Vape dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker mulut.

Storyjatim.com - Baru-baru ini, sebuah penelitian dari University of Southern California (USC) menunjukkan bahwa vape tidak dapat dijadikan alternatif yang lebih sehat daripada merokok, karena dapat menyebabkan kerusakan DNA di mulut yang sama dengan rokok tembakau.

Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kronis, termasuk kanker mulut. Selain itu, temuan ini mematahkan anggapan di masyarakat bahwa vape adalah pilihan yang lebih baik.

Baca Juga: Minuman Tradisional Ini Terbuat Dari Campuran Anggur dan Ular Berbisa

Dr Ahmad Besaratinia, seorang pakar kesehatan masyarakat di USC, menjelaskan bahwa semakin sering dan lama seseorang menggunakan rokok elektrik, semakin banyak kerusakan DNA yang terjadi pada sel-sel mulut mereka. Selain itu, vape dengan perisa juga memiliki risiko yang lebih tinggi.

Sementara itu, saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang mengodok regulasi terkait penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan masyarakat.

Baca Juga: Ini Dia Pengaruh Rokok Elektrik atau Vape Terhadap Imun Manusia. Apakah Lebih Aman Dari Rokok Tembakau?

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan vape merupakan salah satu poin yang dimasukkan dalam perubahan Peraturan Pemerintah (PP) 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk tembakau bagi Kesehatan yang akan diatur dengan lebih lanjut.

Nadia menuturkan, Kemenkes juga mengampanyekan terkait dengan fakta dan mitos seputar vape dan memberikan edukasi terkait bahaya rokok elektrik khususnya kepada anak-anak dan remaja. Hal ini dilakukan melalui media sosial maupun dengan memberikan muatan terhadap penyusunan Kurikulum Merdeka yang sedang berproses dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Baca Juga: Kenali Kandungan Zat Berbahaya Pada Vape, Perokok Wajib Tahu Nih!

Dikatakan Nadia, rokok elektrik mengandung aerosol atau larutan yang mengandung nikotin dan bahan tambahan lainnya berupa perisa ataupun penambah aroma. Adapun konsentrasi nikotin yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi dan bahkan ada yang kadarnya lebih tinggi daripada rokok konvensional, sehingga efek yang ditimbulkan sama dengan rokok konvensional yang artinya tetap menimbulkan adiksi.

Nadia menerangkan, informasi kandungan sering kali tidak tercantum pada kemasan, sehingga tidak dapat dipantau penggunaan dan peredarannya.

Tags

Terkini