lifestyle

Mengetahui Arti Kata Jancuk Sesungguhnya Menurut Buku Filsafat Kata

Jumat, 28 Juli 2023 | 23:32 WIB
Arti kata Jancuk Sesungguhnya menurut buku Filsafat kata (Sampul Buku Filsafat Kata)

Dua kata itu melukiskan secara metafisik-simbolik ontologi dari orang Surabaya yang amat dinamis. Ontologi itu tidak tetap, melainkan mengalir dalam dialektika dengan gerak zaman. Dalam arus sungai zaman yang terus mengalir, jancuk adalah pegangan yang mengingatkan, bahwa “saya” adalah orang Surabaya.

Di sisi lain kata jancuk mengandung nuansa perlawanan di dalamnya. Kata ini melambangkan upaya orang Surabaya untuk memberontak melawan sekat yang memisahkan. Sekat-sekat itu adalah perbedaan agama, status sosial, status ekonomi, usia, dan sebagainya. Di hadapan daya magis kata jancuk, semua sekat lebur dan menjadi relatif sifatnya. Bahkan saya berani mengajukan pandangan yang lebih radikal.

Potensi perubahan – bahkan revolusi – sudah termuat di dalam kata itu. Surabaya adalah kota yang relatif stabil. Namun jangan heran jika suatu saat, revolusi bergulir dari Timur, yakni dari kota jancuk ini. Apa yang saya paparkan adalah tafsiran. Namun pada hakekatnya tidak ada makna pasti untuk kata ini. Seorang teman mengatakan bahwa kata jancuk adalah konsep tanpa kepastian wacana. Seperti dekontruksi yang selalu mengalir mencari arti –tanpa pernah final – begitu pula kata jancuk menari di antara orang-orang yang menemukan nikmat di dalam penggunaannya.

Semakin mencari definisi semakin kata ini melompati arti. Ia meloloskan diri dari genggaman orang yang merindukan kepastian arti. Ia bisa menjadi potensi revolusi. Namun ia bisa menghangatkan relasi antara dua teman yang lama tak jumpa. Arti kata ini sebenarnya amat sederhana, yakni jajanan pincuk. Pincuk itu daun pisang. Maka jancuk berarti makan di daun pisang, lalu sudah. Saya rasa ini khas sekali orang Surabaya. Ada masalah. Marah sedikit. Lalu sudah… ya sudah. Yo opo cuk? (***) 

Halaman:

Tags

Terkini