إِنْ ظَنَّ خَيْرًا فَلَهُ
“Kalau dia berprasangka baik, maka bagi dia kebaikan.”
وَإِنْ ظَنَّ شَرًّا فَلَهُ
“Jika dia berprasangka buruk, maka baginya keburukan.”
8. Carilah keberkahan harta
Dan terakhir, yang perlu kita ingat bahwa yang menjadi patokan bukanlah banyaknya harta. Yang menjadi patokan dan menjadi perhatian kita adalah berkahnya suatu harta. Betapa banyak orang yang hartanya sedikit, dia berusaha mencari dari harta yang halal, dia berusaha menelusuri cara-cara yang halal, namun dia mengumpulkan harta tidak banyak, tetapi Allah berkahi hartanya. Hartanya sedikit, namun ternyata dia bisa gunakan untuk ibadah, dia masih sempat berbakti kepada orang tua, dia masih menyambung silaturahmi.
Ada sebagian orang hartanya banyak, segala cara dia tempuh, cara-cara yang haram dia tempuh sehingga dia mengumpulkan harta yang banyak, namun tidak berkah. Dihabiskan untuk berfoya-foya, sering ditimpa dengan musibah, sering terjadi problematika rumah tangga dan yang lainnya, tidak berkah hartanya.
Maka seorang berusaha untuk mencari harta yang berkah. Yang lebih indah lagi tatkala orang diberikan harta yang banyak kemudian dia gunakan dan disalurkan di jalan-jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka semakin berkah hartanya dan semakin dia dinaungi oleh Allah pada hari kiamat kelak. Kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang padang mahsyar tatkala matahari turun dalam jarak 1 mil, kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: