Mari kita bersyukur kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala yang telah menciptakan kita dan semua yang kita butuhkan di dalam kehidupan kita tanpa kurang. Dengan bukti sudah puluhan tahun kita hidup. Berarti seluruh kebutuhan hidup telah sempurna. Dan semua kebutuhan hidup itu adalah rahmat dan nikmat yang sangat besar, tiada tara, dan tiada terhingga yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita. Yang semua itu wajib untuk kita syukuri.
Shalawat dan salam kepada Nabi kita tercinta, Rasul kita yang mulia, manusia paling sempurna yang pernah menginjakkan kakinya di permukaan bumi; Muhammad bin ‘Abdillah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Hamba Allah terbaik yang Allah Tabaraka wa Ta’ala jadikan Rasul dan Nabi-Nya yang paling Dia cintai. Dan kita diperintahkan untuk mengikuti derap langkah yang telah beliau ajarkan kepada kita dan beliau telah teladankan kepada kita. Beruntunglah orang-orang yang sadar, mengerti, dan paham bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suri tauladan untuknya. Kemudian dia benar-benar menjadikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam suri tauladan dalam hidupnya.
Merugilah orang-orang yang sekedar tahu bahwa Nabi Muhammad adalah suri tauladan, akan tetapi dia pun maju-mundur untuk menjadikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai suri tauladannya. Terkadang diikuti, terkadang di maksiati, terkadang dipatuhi, dan terkadang diingkari. Ini adalah orang-orang yang merugi. Karena kejayaan dunia dan akhirat hanya ada pada kepatuhan dan ketundukan yang totalitas kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan celakalah orang-orang memusuhi dakwah beliau dan ingkar kepada apa yang beliau dakwahkan.
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah,
Hal yang terpenting dari bahasan agama Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah babul iman – bab tentang keimanan. Sehingga panggilan-panggilan Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an dan panggilan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam haditsnya yang mulia adalah untuk orang yang memiliki keimanan itu. Bukankah kita selalu mendengar Allah Tabaraka wa Ta’ala selalu menyuruh di dalam Al-Qur’an;